Pemilik SPA Plus Plus Khusus Gay di Medan, Dituntut 3 Tahun Penjara

oleh
ilustrasi gambar

Sulawesi Utara, Borneo24.com  – Pemilik spa dan pijat plus khusus gay, A Meng alias Ko Amin (51), didakwa telah melakukan tindak pidana perdagangan orang. Warga Kompleks Residence, Jalan Abadi, Medan Sunggal, ini dituntut dengan hukuman penjara selama 3 tahun.

Tuntutan terhadap A Meng dibacakan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Sabrina di ruang Cakra 2 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (5/1). Pria ini dinilai telah melanggar Pasal 2 ayat (1) UU No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

“Meminta kepada majelis hakim yang mengadili perkara ini menjatuhkan hukuman kepada terdakwa dengan pidana penjara selama 3 tahun dan denda Rp120 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayarkan digantikan dengan 2 bulan kurungan,” ujar JPU Sabrina di hadapan majelis hakim yang diketuai Syafril Batubara.

Seusai mendengarkan tuntutan, majelis hakim menunda sidang. Persidangan dijadwalkan berlanjut pekan depan dengan agenda pembelaan terdakwa atau pleidoi.

Berdasarkan dakwaan, A Meng membuka tempat pelayanan jasa Spa atau pijat di Kompleks Setia Budi II Blok 9 No 2 Kota Medan sejak Agustus 2017. Usahanya itu memberikan pelayanan seks sesama jenis pria.

A Meng merekrut atau mempekerjakan beberapa terapis pria yang tinggal di tempat spa itu tanpa dikenakan biaya. Di tempat itu disediakan fasilitas pendukung berupa kamar untuk ruangan spa atau pijat beserta peralatan pijat. Juga disediakan kondom, pelumas seks maupun seks toys.

Setiap tamu pria yang datang akan dilayani terapis pria dengan biaya untuk paket all in sebesar Rp250.000. Pelayanan yang diterima berupa spa pijat dan pelayanan persetubuhan sesama pria, seperti oral seks maupun anal seks.

Dari biaya yang dikeluarkan tamu, terapis akan mendapat bagian sebesar Rp150.000. Sementara A Meng mendapat Rp100.000,

Terdakwa juga memberikan kebebasan kepada terapis untuk melayani tamu di luar spa homo miliknya. Namun mereka harus membayar sekitar Rp50.000 per tamu.

Sabtu (30 /5) sekitar pukul 20.00 WIB, perbuatan A Meng diketahui personel kepolisian. Saat digerebek, di dalam ruangan ditemukan terapis yang sedang memberikan pelayanan spa pijat kepada tamu. Ketika itu mereka akan melakukan hubungan seks. Di spa itu juga ditemukan barang bukti berupa 23 bungkus pelumas seks, 510 bungkus kondom dan 1 seks toys. A Meng kemudian digelandang ke Mapolda Sumut. Dia diproses dan diadili. (***)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.