Petugas Kemanan Ditebas, Polisi Buru Pelaku

oleh

Palangka Raya, Borneo24.com Tim gabungan dari Polsek Pahandut, Polresta Palangka Raya dan Polda Kalteng tengah memburu terduga pelaku tindak penganiayaan dengan pemberatan (anirat) yang terjadi di sebuah perusahaan, hingga mengakibatkan seorang petugas keamanan mengalami luka serius.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Budi Santosa melalui Kapolsek Pahandut mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Jumat (25/11) serta telah melakukan olah tempat kejadian perkara dan kini tengah memburu terduga pelaku.

“Tim gabungan saat ini sedang bergerak untuk menyelidiki kasus anirat. Dengan TKP pos keamanan salah satu perusahaan yang berada di kawasan Kelurahan Pahandut Seberang Kota Palangka Raya,” katanya.

Ia menuturkan, berdasarkan keterangan awal kejadian bermula saat korban berinisial O (20) dan saksi KT (29) yang pada saat itu tengah bertugas jaga, sekitar pukul 14.00 WIB secara tiba-tiba dihampiri dua orang.

“Saat terlapor dan rekannya tiba di pos tersebut. Rekan terlapor tanpa basa basi melontarkan kata-kata yang menuduh korban dan saksi telah memadamkan aliran listrik yang mengalir ke kediaman keduanya, pasalnya kerap jeglek,” bebernya.

Korban yang mendapat tuduhan, kemudian dengan segera membantah tuduhan tersebut dan sempat memberikan jawaban bahwa tidak mengetahui penyebab sering jegleknya arus listrik pada rumah kedua orang itu.

“Mendengar bantahan itu, rekan terlapor langsung menggebrak meja di dalam pos keamanan, yang membuat saksi KT takut dan langsung meninggalkan. Melihat rekannya melarikan diri, korban berupaya menyusul,” ujarnya.

Namun naas, saat berupaya lari, korban yang pada saat itu terjatuh secara tiba-tiba ditebas oleh terlapor dengan menggunakan sebuah senjata tajam, hingga mengakibatkan luka sepanjang 20 centimeter dengan kedalaman lima centimeter.

“Tebasan itu mengakibatkan bagian pinggang belakang korban luka cukup serius. Saat ini telah diamankan beberapa barang bukti yang diduga berkaitan erat dengan kasus ini, sedangkan untuk identitas dan keberadaan terlapor masih dalam proses penyelidikan serta akan kami sampaikan setelah berhasil mengungkap kasus ini,” tandasnya. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.