Polda Kalteng Berhasil Sita 21 Kilogram Sabu

oleh
Kapolda Kalteng, Irjen Pol Nanang Avianto pada saat melakukan pemusnahan barang bukti kasus narkoba.

Palangka Raya, Borneo24.com Direktorat Reserse Narkoba Polda Kalteng dan sejumlah Polres di wilayah provinsi setempat berhasil menyita narkoba jenis sabu dengan berat kurang lebih 21 gram.

Direktur Reserse Narkoba Polda Kalteng Kombes Pol Nono Wardoyo di Palangka Raya, mengatakan hasil pengungkapan Januari sampai Juli 2022 melebihi barang bukti hasil sitaan pengungkapan pada 2021, yakni berada di angka 16 kilogram lebih.

“Ini artinya menjadi peringatan buat kita semua, karena di enam bulan tahun ini saja sudah melebihi hasil pengungkapan satu tahun pada 2021 lalu,” katanya di Palangka Raya, Jumat (8/7/2022).

Nono membeberkan, dalam hasil evaluasi yang dilakukan pihaknya narkoba selama ini tidak bisa diklasifikasikan siapa saja yang tercebur baik sebagai pengguna maupun pengedar.

Hampir seluruh kalangan baik itu oknum Aparatur Sipil Negara (ASN), oknum militer, oknum polisi serta masyarakat lainnya juga bisa saja terlibat dalam persoalan narkoba.

“Ya tidak bisa diklasifikasikan, berdasarkan hasil pengalaman dari berbagai profesi ada oknum-oknum yang terlibat,” ucapnya.

Perwira Polri berpangkat melati tiga tersebut juga menegaskan, sementara ini pihaknya belum menemukan anak di bawah umur terlibat kasus narkotika.

Namun dari hasil pengungkapan yang sudah-sudah, para pengedar dan bandar narkoba ini ada membuat paket hemat atau paket murah. Sehingga paketan tersebut bisa terjangkau oleh para pelanggannya selama ini.

“Pengedar atau bandar narkoba ini juga tidak hanya berjenis kelamin laki-laki saja, melainkan ibu rumah tangga (IRT) juga ada yang melakukan, karena tergiur dengan keuntungan dari hasil penjualan tersebut,” ungkapnya.

Dia menambahkan, untuk jaringan narkoba yang sering masuk ke wilayah hukum Polda Kalteng yaitu dari Kota Pontianak, Kalbar dan Kota Banjarmasin, Kalsel melalui jalur darat.

Sasaran para jaringan yang diduga sudah lama terbentuk itu, dari Kalimantan Selatan diedarkan di Kabupaten Kapuas, Pulang Pisau dan Gunung Mas. Sedangkan dari jalur Kota Pontianak, Kalimantan Barat, diduga diedarkan di beberapa kabupaten seperti Kota Sampit, Pangkalan Bun dan Lamandau.

“Baru-baru ini kami menangkap modus operandi yang dilakukan para pemilik sabu tersebut dengan cara, memasukan barang haram itu ke kaleng pakan burung dan bungkus teh china untuk mengelabui petugas. Namun semuanya berhasil diungkap, itu semua akibat kejelian para anggota di lapangan,” demikian Nono. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.