Polisi Gagalkan 103 Gram Sabu Siap Edar

oleh
Kasat Resnarkoba Polresta Palangka Raya Kompol Asep Deni Kusmaya (kedua kiri) Bersama Kasi Humas Polresta Setempat Iptu Sukrianto (kedua kanan) Dan Personelnya Menunjukkan Barang Bukti Milik Lima Tersangka Pengedar Narkoba Saat Jumpa Pers.

Palangka Raya, Borneo24.com Kerja keras aparat kepolisian dalam mengungkap tindak penyalahgunaan naktotika golongan I jenis sabu terus dilakukan. Berbekal informasi, sepanjang Oktober 2022 sebanyak 103 gram sabu siap edar berhasil diamankan.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Budi Santosa melalui Kasatresnarkoba Kompol Asep Deni Kusmaya mengatakan barang terlarang tersebut merupakan hasil pengungkapan lima kasus dengan lima orang tersangka.

“Kelimanya kami ringkus dilokasi yang berbeda dengan identitas berinisial MY, WH, KN, HM dan HA. Dan dari tangan tersangka ini kita berhasil mengamankan barang bukti seberat 103,05 gram,” katanya kepada awak media.

Ia menuturkan, tersangka MY diringkus petugas pada Rabu (12/10) sekitar pukul 17.00 WIB di Jalan Palangka Raya – Bukit Rawi tepatnya disebuah warung di kawasan Kelurahan Pahandut Seberang, Kecamatan Pahandut dengan barang bukti sebanyak 5 paket plastik klip kecil dengan berat 1,48 gram.

Keeseokannya, pada Kamis (13/10) sekitar pukul 01.00 WIB petugas kembali mengamankan WH di Jalan Riau dengan barang bukti satu paket berisikan Kristal bening dengan berat kotor 0,43 gram beserta barang bukti lainnya.

Dihari yang sama KN diciduk aparat bersama barang bukti satu paket dengan berat 0,48 gram. Seakan tidak lelah, sekitar pukul 10.00 WIB petugas kembali meringkus HM saat berada dikediamannya di Jalan Jati Rata, Kelurahan Panarung dengan barang bukti berupa dua paket sabu seberat 99.64 gram.

Kemudian pada Rabu (19/10) seorang pria berinisial HA tidak dapat berkutik saat satu paket sabu dengan berat 1,02 gram didapati petugas didalam kantong celananya saat berada di Jalan Pierre Tendean, kelurahan Palangka, Kecamatan Jekan Raya pada Rabu (19/10).

Ia menerangkan bahwa dalam pengungkapan tersebut tentunya berkat kerjasama yang baik anatara Polri dan masyarakat yang secara aktif memberikan laporan, sehingga penyalahgunaan narkotika dapat diredam guna masa depan bangsa.

“Para tersangka kami jerat dengan pasal 114 ayat (1) jo pasal 112 ayat (1) jo pasal 132 ayat (1) Undang-Undang nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika yang ancamannya paling singkat lima tahun kurungan,” tegasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.