Polisi Meringkus 6 Pembunuh, 3 diantaranya Dihadiahi Timah Panas

oleh

KAPUAS – Setelah melakukan penyelidikan lebih mendalam terhadap kasus pembunuhan kepada Fadli Rahman (23), polisi menetapkan enam tersangka. Tiga diantara enam tersangka itu dihadiahi timah panas saat diamankan.

Kasus temuan jenazah Fadli Rahman (23) yang ditemukan mengapung di perairan Sei Berangas Desa Tamban Catur Selatan, Kecamatan Kapuas Kuala, pada Rabu (20/2/2019) lalu. Berita yang sempat menghebohkan warga setempat itu, membuat jajaran Polsek Selat menetapkan semuanya  adalah sebagai tersangka, sebab mereka mempunyai peranan masing-masing pada saat melakukan pengeroyokan.

Para tersangka mencoba melarikan diri pada saat diamankan. Akibatnya, 3 orang diantaranya dihadiahi timah panas. Dari hasil penyelidikan dan pengakuan para tersangka, kejadian ini bermula pada saat terjadi cekcok antara saudara Jaya dengan Korban, yang mana pada saat itu korban diajak duel oleh Jaya, dengan mengatakan apakah korban sudah merasa kebal. Hal ini lalu diladeni oleh korban dan keluar dari rumah sambil memegang sebuah keris yang dipinjamkan oleh Hamim. Melihat korban dan Jaya berkelahi atau mungkin akibat sudah terpengaruh minuman keras, rekannya yang lain ikut membantu memukul korban dan ditambah tusukan keris yang akhirnya membuat korban tak berdaya dan meninggal ditempat.

Melihat korban sudah tewas, rekan-rekanya yang lain seperti Hamim dan Putra langsung membawa dan membuang jasad korban di atas jembatan Pulau Petak, Kecamatan Kapuas Hilir dengan menggunakan kendaraan korban. Sementara Lindri dan Nafiah, membawa motor masing-masing usai melempar jasad korban lalu membuang kendaraan korban di jembatan Sei Berasau Desa Anjir Mambulau, Kecamatan Kapuas Hilir.

Dalam waktu dua hari setelah jasad korban ditemukan, semua tersangka dapat diamankan di lokasi berbeda. Sebelumnya, saudara Hengky diamankan di kapuas pada Rabu (21/2/2019). Berkat Hengki inilah kemudian aparat gabungan Sat reskrim Polres Kapuas, Polsek selat, yang di Back Up Resmob Polres Pulang pusau, Tabalong dan Barito Utara akhirnya dapat mengamankan M. Hamim dan Lindri di daerah Lanjas, Muara Teweh. Sementara Putra dan Nafiah, diamankan di wilayah Tanjung Tabalong. Untuk tersangka Jaya, diantar oleh pihak keluarganya untuk menyerahkan diri ke Polsek Selat.

“Semuanya kita tetapkan sebagai tersangka, akibat perbuatannya mereka dikenakan dengan pasal 338 junto pasal 170, ayat 2 ke 3 e, dengan ancaman paling lama 15 tahun penjara” kata Kapolres Kapuas AKBP Tedjo Yuantoro SIK melalui Kasat Reskrim AKP Ahmad Budi Martono SIK, didampingi Kapolsek Selat AKP Johari F Casdy SIK saat menggelar Konferensi Pers dengan para awak media di Mako Polsek Selat pada Minggu (24/2/2019) sore tadi. (RP/01)

No More Posts Available.

No more pages to load.