Polres Lamandau Tangkap Warga Kalbar, Dengan 4 Paket Narkoba

oleh
Sebanyak Empat Paket Narkoba Jenis Sabu sabu diamankan Anggota Polres Lamandau

Lamandau, Borneo24.com – Satresnarkoba Polres Lamandau, kembali amankan Seorang warga berinisial TB (36) yang beralamatkan di Dusun Kumpai Panjang, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, karena kedapatan memiliki narkotika yang diduga jenis sabu, Minggu (9/1/22) pukul 19.00 WIB.

Kapolres Lamandau AKBP Arif Budi Purnomo, melalui Kasat Narkoba Kompol I Made Rudia menyampaikan bahwa penangkapan tersebut bermula saat petugas satuan narkoba mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada seorang laki laki yang diduga memiliki Narkotika.

Dari informasi tersebut Kasat Narkoba dan Personil gabungan melakukan penyelidikan, tepatnya di jalan trans Kalimantan KM. 14 Kelurahan Nanga Bulik, menemukan seorang laki laki dengan ciri ciri yang sama sesuai dengan informasi, selanjutnya diamankan dan dilakukan penggeledahan badan tidak menemukan barang haram tersebut, tambahnya.

Namun sebelum terjadinya tindakan pengamanan, personil Satnarkoba melihat pelaku ada melempar sesuatu ke semak semak, timbul kecurigaan petugas pencarian di lanjutkan ke semak semak dekat tkp dan ditemukan 1 bungkus rokok berwarna putih, oleh petugas bungkus rokok tersebut di perintahkan kepada pelaku untuk mengambil dan membukanya ternyata di dalam bungkus rokok terdapat 4 bungkus plastic klip bening berisi butiran kristal diduga narkotika jenis sabu” kata Kasat Narkoba.

Barang bukti, 4 (empat) klip plastik bening yang berisi butiran kristal dengan berat kurang lebih 9,97 gram kami lakukan penyitaan, selain itu juga di sita barang bukti berupa 1 (satu) buah kotak rokok merk LMD Putih, 1 (satu) buah handphone Oppo A54 warna biru dengan nomor Imei 861280055184192 dan Uang tunai Rp 1.377.000,00 (satu juta tiga ratus tujuh puluh tujuh ribu rupiah).

Kompol I Made Rudia, SH menambahkan setelah di lakukan interogasi bahwa sabu yang di miliki TB (36) tersebut akan di perjual belikan kepada orang lain yang membutuhkan dan pelaku sudah 2 kali mengedarkan barang haram tersebut, untuk asal usul barang masih dilakukan pendalaman.

Atas perbuatannya, tersangka diancam dengan pasal 112 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) UU RI nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman minimal 4 tahun penjara dan maksimal 12 tahun penjara dan di ancam denda paling sedikit Rp 800 juta rupiah dan maksimal Rp 8 Miliar. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.