Polrestabes Surabaya Bongkar Sindikat Pencetakan Uang Palsu Rp 10 Miliar, Enam Pelaku di Ringkus

oleh
Ilustrasi Gambar

Surabaya, Borneo24.com – Tim Satreskrim Polrestabes Surabaya, sukses membongkar sindikat uang palsu. Enam tersangka diringkus.

Kawanan sindikat ini melibatkan beberapa pelaku dari sejumlah daerah. Mereka antara lain berinisial S (53) warga Griya Permata Merie Kranggan, Mojokerto. UR (34) warga Bukit Palma Surabaya, SN (41) warga Cakraningrat, Kaliwungu, Jombang. SO (42) warga Mangga Besar, Tamansari, Jakarta Barat, NM (62) warga Cengkareng, Jakarta Barat dan DI (35) warga Jalan Taman Pinang Indah, Tangerang.

Wakapolrestabes Surabaya, AKBP Hartoyo mengatakan, sindikat ini adalah pencetak uang palsu sebelum akhirnya diedarkan ke sejumlah daerah.

Sejumlah uang palsu yang diamankan Polisi terdiri dari pecahan seratus ribuan ini sebagai modal membeli mesin dan bahan untuk mencetak uang palsu.

“Berbekal keahlian dari percetakan dan tempatnya bekerja keenam tersangka ini menjalankan operasi mulai 2019, memproduksi uang palsu,” ujarnya.

Tindak pidana memproduksi dan mengedarkan uang rupiah palsu ini melanggar pasal 37 juncto pasal 27 Undang-Undang Nomor 7 tahun 2011, tentang mata uang.

Keenam orang ini berhasil diamankan setelah melalui proses penyelidikan cukup lama, Modus peredarannya kata Wakapolrestabes Surabaya AKBP Hartoyo, melalui teman dekat atau yang saling mengenal.

Kata Imam Subarkah, uang palsu tersebut tidak akan bisa masuk ke ATM secara otomatis lantaran sistem ATM setor tunai sudah mampu memindai jenis uang sehingga membedakan yang asli dan palsu, Secara sepintas uang barang bukti itu jika secara jeli dilihat, diraba, dan diterawang sangat terlihat seperti nampak diprint biasa.

Dari hasil ungkap ini, menurut Imam Subarkah, mengimbau kepada masyarakat agar selalu teliti saat menerima uang dalam bentuk pengembalian, Cara yang paling sederhana mengidentifikasi keaslian uang adalah dengan 3D, dilihat, diraba, dan diterawang.

“Jadi harus selalu menggunakan cara 3D itu, sehingga masyarakat bisa terlindungi,” ujar Imam.

Barang bukti yang diamankan Polisi berupa lembaran uang kertas seratus ribuan berjumlah kurang lebih Rp 10 miliar.

Kini tersangka diamankan dan ditahan di sel tahanan Polrestabes Surabaya untuk menjalani proses hukum selanjutnya.

Keenam tersangka sindikat yang diduga telah menyebar uang ke masyarakat ini dijerat dengan pasal 244 KUHP. “Barang siapa memalsu, meniru atau memalsu mata uang atau kertas yang dikeluarkan oleh negara dengan maksud untuk mengedarkan atau menyuruh mengedarkan mata uang atau uang kertas itu sebagai asli dan tidak palsu diancam dengan pidana 15 tahun penjara”.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.