Sakit Hati Dipecat, Eks Operator Embat BBM

oleh
Kasatreskrim Polresta Palangka Raya Kompol Ronny M Nababan Saat Memimpin Press Relese Pengungkapan Kasus Pencurian Solar di Palangka Raya.

Palangka Raya, Borneo24.com Dipicu sakit hati lantaran dipecat sebagai operator di salah satu provider selular, dua pria bernama Arief Sofyan alias Gondrong (39) dan Kurniawan Dwi Permana alias Wawan (36) nekat mencuri Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Solar di Tower Provider Seluler eks tempatnya bekerja.

Kapolresta Palangka Raya Kombes Pol Budi Santosa melalui Kasatreskrim Kompol Ronny Marthius Nababan menerangkan terungkapnya kasus tersebut merupakan tindak lanjut dari sebuah laporan akan adanya tindak pidana pencurian.

“Setelah melakukan upaya penyelidikan dan pengembangan kasus. Kami yang telah megantongi identitas terduga, kemudian dengan segera mengamankan kedua tersangka ini di tempat berbeda,” katanya.

Ronny menerangkan, setelah dilakukan rangkaian pendalaman diketahui pelaku merupakan mantan karyawan yang pada September telah dilakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Diduga karena sakit hati, akhirnya muncul niatan tersebut.

Adapun Kurniawan Dwi Permana alias Wawan (36) diringkus tim gabungan saat berada di kawasan Jalan Antang, sedangkan Arief Sofyan alias Gondrong (39) diamankan petugas saat berada di kawasan Jalan G Obos untuk kemudian digiring ke Mapolresta setempat.

Dari hasil pemeriksaan, jelas Ranny, kedua pelaku mengakui bahwa telah melakukan Tindak Pidana Pencurian BBM jenis Solar pada Tower Jaringan Komunikasi salah satu Provider Seluler di kawasan Jalan Bangau Kota Palangka Raya.

“Aksi pencurian dilakukan keduanya sebanyak dua kali, untuk yang pertama dilakukan oleh AS alias G (39) seorang diri pada Selasa (20/9) dengan mengambil sekitar 100 liter Solar menggunakan tiga buah jerigen 35 liter untuk kemudian dibawa dengan satu unit mobil milik pelaku,” bebernya.

Sedangkan yang kedua dilakukan AS alias G (39) bersama KDP alias W (36) pada Kamis (20/10) dengan cara yang sama dan berhasil mencuri sekitar 100 liter Solar dari Tower Jaringan Komunikasi tersebut, dengan total keseluruhan yakni sekitar 200 liter.

Berdsarkan pengakuan para tersangkan, Solar hasil curian tersebut dijual pada sebuah warung yang berada di kawasan Jalan Tjilik Riwut Km 10, Kota Palangka Raya dengan berdalih untuk memenuhi keperluan sehari-hari.

“Sedangkan untuk motif lainnya, berdasarkan pengakuan tersangka KDP nekad melakukan aksi pencurian karena sakit hati akibat dipecat dari perusahaan provider seluler yang memiliki tower tersebut pada September lalu,” jelasnya.

Selain mengamankan kedua tersangka, petugas turut mengamankan barang bukti lain berupa satu unit mobil Wuling nopol KH 1184 TI, satu buah kunci inggris dan tiga buah jerigen bermuatan 35 liter, yang digunakan oleh pelaku untuk melakukan aksi pencurian itu.

“Kedua pelaku beserta beberapa barang bukti tersebut kini telah diamankan pada Mapolresta Palangka Raya untuk dilakukan proses penyidikan dan pengembangan lebih lanjut, serta guna mengetahui apakan ada tindak pidana lainnya yang mereka dilakukan,” tegas Ronny.

Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya itu, keduanya dijerat pasal 363 Ayat 1 ke-4 KUHP tentang Tindak Pidana Pencurian, dengan ancaman hukuman pidana paling lama tujuh tahun penjara. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.