Tak Ingin Bercerai Wanita di Sukabumi di Bunuh Suami

oleh
Ilustrasi Gambar

Jawa Barat, Borneo24.com – Sungguh tragis nasib I (26). Hanya karena tidak mau mengurus perceraian, dia harus merenggang nyawa di tangan suaminya sendiri berinisial RS (30).

RS dengan tega menghabisi nyawa Imas, dengan cara mencekik leher dan menyayat nadi korban. Perbuatan sadis suami di Kabupaten Sukabumi tersebut, dilakukan karena tersangka kesal korban tak mau diajak ke rumah orang tuanya untuk mengurus perceraian.

Kapolres Sukabumi, AKBP M Lukman Syarif mengatakan, setelah membunuh korban Imas, pelaku RS melarikan diri. Penyidik Satreskrim Polres Sukabumi yang menerima laporan langsung melakukan olah tempat kejadian perkara (TPK) dan meminta keterangan saksi. Anggota juga memburu pelaku RS.

“Pembunuhan yang dilakukan suami terhadap istri ini dipicu oleh kekesalan pelaku merasa kesal. Korban tidak mau diajak ke rumah orang tuanya untuk mengurus perceraian,” kata Lukman Syarif didampingi Kasat Reskrim Polres Sukabumi, AKP Rizka Fadhila saat konferensi pers pengungkapan kasus di Mapolres Sukabumi, Selasa (17/11/2020).

Lukman Syarif mengemukakan, peristiwa sadis tersebut terjadi di rumah korban dan pelaku, Perum Griya Karang Tengah Asri RT 5 RW 6, Desa Karang Tengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi.

Kronologi kejadian, tersangka RS bertengkar dengan korban Imas. Pelaku lalu mencekik leher korban menggunakan kedua tangan hingga sang istri lemas dan kejang-kejang.

Karena belum meninggal, ujar Lukman Syarif, tersangka menggunakan pisau dapur menyayat nadi di pergelangan tangan korban hingga mengeluarkan darah. Setelah korban diduga meninggal dunia, tersangka menutup wajah korban dengan bantal. Selanjutnya, pelaku melarikan diri.

“Setelah sempat buron selama tiga pekan, tersangka RS berhasil diringkus di tempat pembuangan sampah di Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Senin (16/11/2020),” ujar Lukman Syarif.

Akibat perbuatannya, tutur Kapolres Sukabumi, tersangka RS dijerat pasal 44 ayat 3 UU No. 23/2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) atau pasal 338 KUHP atau subsider pasal 351 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman hukuman 15 tahun penjara.

“Barang bukti yang kami amankan antara lain, satu bilah pisau, baju tidur warna putih, satu celana dalam krem,sprei warna kuning, dan bantal,” tuturnya.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.