Desa Taman Loang Baloq Punya Wisata Religi

oleh
Sandiaga Saat Mengunjungi Wisata Religi dan Bahari Desa Taman Baloq.

Lombok, Borneo24.com Desa Wisata Taman Loang Baloq memiliki daya tarik wisata berbasis alam, khususnya bahari, dan wisata religi. Nama Loang Baloq sendiri berasal dari makam atau petilasan di Pulau Lombok yang terdapat di sebelah timur pantai.

Makam tersebut merupakan penyebar agama Islam di Pulau Lombok yang datang dari Timur Tengah, yakni Syeikh Gauz Abdurrazak, dikutip dari Kemenparekraf Kamis (30/6/2022).

Arti dari Loang Baloq bersifat multitafsir di kalangan masyarakat luas. Bagi pemahaman masyarakat secara umum, “loang” dalam bahasa Sasak artinya lubang, sedangkan “baloq” berarti buaya.

Jadi, Loang Baloq dalam bahasa Indonesia artinya lubang buaya. Adapun Desa Wisata Taman Loang Baloq ini merupakan salah satu desa wisata terbaik yang masuk dalam 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2022.

Desa yang terletak di Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram ini, juga memiliki sederet potensi wisata.

Salah satu potensi wisata tersebut adalah pemandangan Pantai Loang Baloq, sebuah pantai berpasir putih yang berada di sebelah barat Pulau Lombok dan menjadi sunset point atau titik menikmati panorama matahari terbenam.

Pantai ini jadi pilihan untuk liburan bersama keluarga karena berlokasi di satu area dengan Taman Hiburan Rakyat Loang Baloq. Di area darat pantai, pengunjung bisa melakukan beragam aktivitas wisata, dari bermain bola pantai, outbound, camping, hingga wisata kuliner dengan makanan bernuansa lokal khas suku sasak.

Kemudian, di area laut, ada beragam pilihan wisata, seperti berenang, water sport, banana boat, kano, dan memancing. Sedangkan di area muara, tersedia fasilitas perahu bebek untuk mengelilingi muara dan menikmati suasana alam sekitar.

Tidak jauh dari Pantai Loang Baloq, terdapat pohon beringin yang menjulang tinggi dan mendekap makam tua, yang dikenal sebagai makam Maulana Syekh Gaos Abdurrazak (wali).

Maulana Syekh Gaos Abdurrazak merupakan salah satu tokoh penyebar agama Islam di Lombok, sekaligus seorang ulama besar yang berasal dari Timur Tengah. Di kalangan masyarakat Lombok kala itu, beliau akrab disapa Sayyid Tohri.

Tidak jauh dari makam Sayyid Tohri, terdapat makam Datuk Laut yang juga tokoh agama sekaligus tokoh masyarakat di Lombok. Sementara itu, makam terakhir adalah makam seorang anak yatim piatu atau dalam bahasa Sasak disebut makam Anak Iwoq.

Tak hanya kental dengan wisata religi, terdapat storynomics tourism di kawasan ini, berupa tradisi unik yang masih banyak dilakukan pengunjung di lokasi sekitar, yaitu mengikat akar beringin. Menurut keyakinan masyarakat setempat, jika mengikat akar pohon beringin sambil bernazar, maka akan cepat dikabulkan.

Jika keinginan telah dikabulkan, maka masyarakat yang telah mengikat akar pohon beringin datang kembali dan membuka akar yang telah mereka ikat.

Selain itu, di Desa Wisata Taman Loang Baloq, tepatnya di Taman Hiburan Rakyat, banyak aktivitas yang bisa dijalankan masyarakat. Salah satu yang paling ikonik adalah menara pandang, yang dimanfaatkan banyak wisatawan sebagai lokasi menikmati pemandangan sekitar serta melihat momen matahari terbenam.

Ada juga plaza pengunjung dan panggung hiburan yang biasa dijadikan tempat penyelenggaraan berbagai acara, serta danau buatan yang dijadikan lokasi aneka pilihan aktivitas, seperti becak air.

Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno yang baru mengunjungi Desa Wisata Taman Loang Baloq, Sabtu (25/6/2022), juga mengagumi potensi destinasi ini.  “Kita juga bisa melihat beragam produk ekonomi kreatif. Jadi destinasi di desa wisata ini sangat lengkap, mulai dari sunset, produk ekonomi kreatif, juga kearifan lokal yang kuat,” kata Sandiaga.

Ia mengatakan, adanya makam di Taman Loang Baloq bisa membawa suatu pengalaman untuk berwisata religi. Menurutnya, destinasi tersebut dapat dikembangkan dalam satu travel pattern atau travel plan (rencana perjalanan) bagi wisatawan saat berkunjung ke Nusa Tenggara Barat.

“Saya ucapkan selamat karena desa wisata ini masuk dalam 50 besar ADWI 2022, kita harapkan kombinasi antara bahari dan religi bisa jadi satu kesatuan yang mampu membangkitkan ekonomi kita dan membuka lapangan kerja,” pungkasnya. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.