Jepang Minat Investasi Bendungan dan PLTA Freeport di Papua

oleh
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono.

Jakarta, Borneo24.com Investor Jepang tertarik berinvestasi pada bendungan dan Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) untuk pasokan aliran listrik tambang PT Freeport Indonesia atau PTFI di Kabupaten Mimika, Provinsi Papua Tengah.

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono membeberkan hal ini usai konferensi pers Kick-Off Meeting World Water Forum (WWF) ke-10 di Jakarta baru baru ini.

“Tapi, biasanya mereka (Jepang) akan lebih tertarik, akan bisa masuk kalau ada PLTA-nya, dan PLTA-nya biasanya mereka mencari yang lebih besar dari 75 megawatt (MW),” tegas Basuki.

Sejauh ini, sedang diproses oleh Direktorat Jenderal (Ditjen) Pembiayaan Infrastruktur dan Perumahan Kementerian PUPR agar Jepang masuk investasi PLTA maupun bendungan.

Akan tetapi, Basuki belum mengetahui secara pasti nilai investasi Jepang dalam sektor tersebut.

“Belum tahu, sekarang lagi dilakukan FS-nya (feasibility study/studi kelayakan). Kami sudah ngasih persetujuan untuk FS,” tambah Basuki.

Dia melanjutkan, proses FS ini diperkirakan selesai pertengahan tahun ini dan akan terus diproses untuk langkah selanjutnya.

Dikutip dari data Ditjen Pembiayaan Infrastruktur Kementerian PUPR, pemerintah tengah menyiapkan lelang proyek kerjasama pemerintah dengan badan usaha (KPBU) untuk pembangunan bendungan dan PLTA di Papua dengan nilai investasi Rp 18.39 triliun.

Ke depan, bendungan tersebut dapat menghasilkan energi listrik sebesar 639 MW. Listrik yang dihasilkan dari bendungan tersebut akan digunakan untuk memasok wilayah kerja PTFI.

Kementerian PUPR tengah menyusun studi kelayakan terhadap proyek tersebut. Targetnya, proyek bendungan dan PLTA itu akan memasuki tahap pra-kualifikasi pada kuartal IV 2025.

No More Posts Available.

No more pages to load.