Kemendag Akan Kirim 1.000 Ton Minyakita ke Papua

oleh
Ilustrasi.

Jakarta, Borneo24.com Kementerian Perdagangan tengah mempersiapkan kapal untuk mengangkut minyak goreng curah sebanyak 1.000 ton ke Papua hal tersebut disampaikan Plt Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kemendag Syailendra.

Syailendra menuturkan upaya ini dilakukan untuk mempercepat penyaluran dan menekan harga minyak goreng curah ke Papua. “Ini makanya saya mau rapat lagi ini, lagi disiapin kapalnya. Tapi kita sudah siap kok barangnya,” ujar Syailendra di Jakarta dilansir dari Laman Kemendag Senin (08/8/2022).

Syailendra mengaku sejauh ini pihaknya masih melakukan rapat untuk membahas kapal yang digunakan untuk pengiriman. Sementara untuk armada, pihaknya juga telah bekerja sama dengan dinas perhubungan kapal Indonesia. “Hari ini masih rapat itu terkait ruang muat kapal, kapal yang disiapin itu 1.100 ton.

Tapi saya enggak tahu ada berhenti di NTB dan lain-lain. Tapi yang jelas itu mau kita banjirin (kirim banyak minyak goreng curah). Minggu depan saya mau ke Papua dan Maluku,” kata Syailendra.

Selain itu, Syailendra juga mengatakan harga minyak goreng curah di Papua masih tinggi di kisaran Rp 15.000-20.000 per liter. Namun, ia memastikan harga akan sesuai dengan harga eceran tertinggi (HET) Rp 14.000 per liter setelah minyak goreng kemasan milik Kemendag yang bermerek Minyakita sampai ke Papua.

“Sekarang posisinya di Indonesia Timur masih tinggi ada Rp 15.000-20.000 itu kalau kita sudah serbu gitu ya. (Minyakita) kan ada lebelnya HET Rp 14.000, pakai botol loh, keren dengan merek Minyakita,” tuturnya.

Sebelumnya, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan mengatakan Kemendag akan mengirimkan 1.000 ton minyak goreng curah untuk mendorong harga minyak goreng curah di Papua dan Maluku murah. Adapun harga minyak goreng curah di Papua, kata dia, dibanderol Rp 17.000 per liter.

“Papua minggu depan saya ke pengapalan, kira-kira kita akan kirim hampir 1.000 ton. Kalau masuk empat jenis barang-barang itu, karena di Papua nggak bisa curah kan, dia harus kemasan. Nah kemasannya baru jadi. Kemasan sederhana. Kalau curah bawanya susah,” kata Zulhas di Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.