Kemenparekraf Tetapkan Kawasan Taman Langit Gunung Banyak Kota Batu Jadi Shelter Tourism

oleh
Kawasan Taman Langit Gunung Banyak Kota Batu Malang Sebagai Shelter Tourism Atau Tempat Evakuasi Sementara Apabila Terjadi Bencana Alam.

Jakarta, Borneo24.com Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf/Baparekraf) menetapkan kawasan Taman Langit Gunung Banyak Kota Batu Malang sebagai shelter tourism atau tempat evakuasi sementara apabila terjadi bencana alam.

Direktur Tata Kelola Destinasi Kemenparekraf/Baparekraf, Indra Ni Tua dalam sambutannya, di Batu, Jawa Timur, mengatakan Indonesia terletak di daerah ring of fire atau daerah yang dikelilingi oleh gunung berapi sehingga memiliki potensi bencana alam yang cukup besar. 

Namun di sisi lain keberadaan gunung berapi juga menyuguhkan pemandangan alam yang indah, sehingga menjadi daya tarik wisata. Indonesia juga termasuk negara yang memiliki hutan hujan tropis terbesar ketiga di dunia setelah Kongo dan Brazil.

“Kondisi-kondisi ini membuat kita harus bersiap jika suatu saat dihadapkan oleh bencana. Tetapi di dalam persiapannya itu kita gunakan untuk kegiatan kepariwisataan. Dan ketika terjadi bencana kegiatan kepariwisataan itu menjadi ujung tombak dari penanganan darurat kebencanaan. Jadi konsep seperti ini adalah pendekatan yang akan kita bangun kedepannya,” kata Indra Ni Tua Jumat (2/12/2022).

Shelter tourism sendiri adalah konsep pariwisata yang terbilang baru. Pemerintah melihat adanya potensi yang dapat dikembangkan di sektor pariwisata. Sehingga suatu kawasan tidak hanya memperoleh manfaat ekonomi sebagai destinasi wisata, tapi juga dapat difungsikan sebagai tempat evakuasi sementara/akhir.

Dipilihnya Taman Langit Gunung Banyak sebagai pilot project mitigasi bencana dikarenakan destinasi wisata ini memiliki kelembagaan yang telah memperoleh kepercayaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) untuk mengelola lahan kawasan gunung banyak ini seluas 243 hektare.

Kelembagaan tersebut ialah LMDH (Lembaga Masyarakat Desa Hutan) Hijau Lestari atau yang sekarang disebut KTH (Kelompok Tani Hutan) Hijau Lestari. Mereka berkomitmen untuk tetap menjaga aspek-aspek keberlanjutan, konservasi, dan kelestarian alam. Dan nantinya akan ada KUPS (Kelompok Usaha Perhutanan Sosial).

Ditetapkannya Taman Langit Gunung Banyak juga diproyeksi mampu menarik calon-calon investor untuk berinvestasi mengembangkan shelter tourism lebih baik kedepannya.

Salah satu investor yang sudah berencana berinvestasi ialah Juragan99 yang akan menyediakan campervan setidaknya ada 10 unit. Kemudian Bobobox juga berencana membangun bobocabin di kawasan Taman Langit Gunung Banyak.

Pengembangan shelter tourism tentunya mendapat dukungan dari berbagai kementerian/lembaga terkait, seperti KLHK, Badan Nasional Penganggulangan Bencana (BNPB), Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Dinas Provinsi Jawa Timur, serta Dinas Kota Batu hingga LMDH Hijau Lestari.

Staf Ahli Menteri Bidang Manajemen Krisis Kemenparekraf/Baparekraf, Fadjar Hutomo berbagi cerita mengenai destinasi wisata yang dijadikan tempat evakuasi sementara saat terjadi bencana gempa Cianjur. 

Pada Minggu, 20 November 2022 di desa wisata Sarongge ada kurang lebih 1.200 wisatawan yang sedang berkemah, rencananya mereka akan berkemah hingga Rabu 23 November 2022. Akan tetapi, di hari Senin siang acara camp tersebut telah selesai. 

“Sebanyak 200 tenda didirikan untuk sarana akomodasi 1.200 peserta camp tadi. Sebagian tenda ini merupakan aset yang dimiliki dan dikelola oleh anggota Pokdarwis setempat. Sisanya dimiliki oleh vendor. Singkat cerita camp ini berlangsung dengan aman, siang hari para peserta sudah pulang. Dan

ketika peserta pulang terjadilah gempa bumi yang meluluhlantahkan hampir seluruh kawasan Cianjur. Rumah warga hancur dan mereka menjadi pengungsi,” kata Fadjar Hutomo.

“Tenda-tenda tadi belum dibongkar. Penghuninya berganti dari peserta camp menjadi pengungsi. Jadi pada sore itu juga masyarakat mengalir ke camp, memanfaatkan tenda-tenda yang ada sebagai tempat pengungsian,” kata Fadjar. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.