Kementerian PUPR Raih Tiga Penghargaan Anugerah Indonesia

oleh
Ilustrasi Gambar

Jakarta, Borneo24.com  – Penghargaan pertama diterima Menteri PUPR Basuki Hadimuljono sebagai tokoh nasional yang turut berperan sebagai pendorong Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) melalui Program Padat Karya Tunai dan Bedah Rumah. Anugerah Indonesia Property & Bank Award 2020, memberikan kepada  Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tiga penghargaan sekaligus di di Jakarta, Jumat (20/11/2020).

Penghargaan kedua diterima oleh Direktur Utama Pusat Pengelolaan Dana Pembiayaan Perumahan (PPDPP) Arief Sabaruddin dalam kategori The Best of Leadership in The Distribution of Affordable Housing Subsidies dan penghargaan ketiga diterima PPDPP sebagai lembaga pemerintah yang menggunakan berbagai sarana aplikatif dalam pelayanan.

Penghargaan berupa piala dan piagam diserahkan oleh salah satu juri yang juga Guru Besar IPMI International Business School Prof. Roy Sembel kepada Kepala Biro Komunikasi Publik Endra S. Atmawidjaja yang mewakili Menteri Basuki, dan untuk penghargaan lainnya diterima oleh Dirut PPDPP Arief Sabaruddin.

Kinerja Kementerian PUPR pada tahun 2020 adalah memperbesar alokasi anggaran Program Padat Karya Tunai (PKT) guna mengurangi angka pengangguran dan mempertahankan daya beli masyarakat akibat pandemi COVID-19. Pada TA 2020 Kementerian PUPR mengalokasikan Rp13,4 triliun untuk program PKT yang akan menyerap 638.990 tenaga kerja. Hingga pertengahan November 2020, realisasi belanja PKT mencapai Rp12,20 triliun atau 90,93% dengan serapan tenaga kerja 630.990 orang atau sekitar 98,7%.

Menteri Basuki mengatakan program infrastruktur kerakyatan atau Padat Karya Tunai sangat penting bagi masyarakat berpenghasilan rendah. “Selain untuk memacu pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan daya beli masyarakat, PKT juga bertujuan mendistribusikan dana hingga ke desa/ pelosok. Pola pelaksanaan PKT juga harus memperhatikan protokol physical and social distancing,” ujar Menteri Basuki melalui siaran pers (21/11/2020).

Pada TA 2020 terdapat 16 kegiatan PKT, dimana salah satunya merupakan program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) atau dikenal dengan Bedah Rumah dengan alokasi anggaran Rp4,78 triliun. Tercatat hingga pertengahan November 2020, realisasi BSPS sudah rampung 100%.

Kementerian PUPR juga mendorong daya beli masyarakat dalam bidang perumahan melalui PPDPP yang merupakan lembaga unsur pendukung dalam pelaksanaan program pengembangan pembiayaan perumahan. Salah satu bantuan pembiayaan perumahan adalah KPR Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP). Pada TA 2020, Pemerintah mengalokasikan dana FLPP sebesar Rp11 triliun. Hingga pertengahan November 2020, dana FLPP telah tersalurkan mencapai Rp10,522 triliun untuk 102.665 unit rumah atau melebihi target yang ditetapkan sebesar 102.500 unit rumah. Subsidi FLPP hingga akhir 2020 diperkirakan sebesar 107.600 unit rumah.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.