Menaker Menyebut Calon Pekerja Memperkuat Keberadaan BLK di Papua Barat

oleh
Menteri Ketenagakerjaan RI Dr. Dra. Hj. Ida Fauziyah, M.Si.

Papua Barat, Borneo24.com – Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyebut calon pekerja di Papua Barat perlu diakselerasi dengan cara memperkuat keberadaan Balai Latihan Kerja (BLK). Ida pun mendukung dan memberikan perhatian khusus atas rencana Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk mendirikan BLK di Manokwari Selatan.

Para “Kami punya BLK UPTP di Sorong dan kami sangat mendukung BLK UPTD yang dikelola Pemprov Papua Barat,” kata Ida Fauziyah sepreti dikutip dalam keterangan resminya di Jakarta, Jumat (15/10).

Ida Fauziyah optimistis sinergitas antara pemerintah pusat melalui BLK Sorong, dan Pemprov Papua Barat mampu mewujudkan pembangunan BLK berstandar nasional, bahkan Internasional
Hal itu bakal mempercepat/mengakselerasi peningkatan kompetensi masyarakat Papua Barat.

“Kalau tahun depan sudah dibangun, kita akan support dengan bantuan peralatan, bantu siapkan kapasitas instruktur dengan BLK dari seluruh Indonesia, tergantung jurusan yang akan di bangun di BLK sini. Prinsipnya, kami sangat support mulai dari peralatan hingga meningkatkan kompetensi instrukturnya,” katanya.

Ida Fauziyah menegaskan pembangunan BLK UPTP di Kabupaten Manokwari Selatan ini dalam rangka menindaklanjuti Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 9 Tahun 2020 tentang Percepatan Pembangunan Kesejahteraan di Provinsi Papua dan Papua Barat.

“Dengan pengembangan kompetensi tenaga kerja di Bumi Cendrawasih terus meningkat,” tegas perempuan kelahiran Mojokerto itu.

Menurut Menaker, secara geografis, letak Kabupaten Manokwari Selatan sangat strategis. Wilayah itu adalah kabupaten penghubung dan terletak di antara lima kabupaten yakni Manokwari, Pegunungan Arfak, Teluk Bintuni, dan Teluk Wondama.

“Dari sisi kebutuhan tenaga kerja, dapat diserap oleh industri dan perusahaan-perusahaan yang berada di lima kabupaten tersebut,” ungkap Politikus PKB itu. Kadisnakertrans Papua Barat Frederik DJ Saidui menyambut positif dukungan Menaker untuk memberikan bantuan peralatan dan instruktur yang tersertifikasi.

Pemprov Papua Barat, telah menyiapkan lahan seluas lima hektar untuk pembangunan BLK di Manokwari Selatan. “Adanya BLK di Manokwari Selatan dapat mengubah paradigma lama tentang daya serap Orang Asli Papua (OAP) di semua bidang usaha di tahun-tahun mendatang tentang kemandirian OAP di negerinya sendiri,” ujarnya.

Frederik Saidui memaparkan selama tiga tahun pembangunan BLK di Mankowari Selatan telah didukung Gubernur Papua Barat melalui APBD Papua Barat. Tahun pertama, dibangun talud (dinding penahan tanah) di lokasi, tahun berikutnya dibangun pagar keliling dan tahun ketiga perumahan PNS yang akan difungsikan untuk mengelola BLK tersebut.

“Mudahan Pak Gubernur tahun depan kembali menyupport pembangunan bangunan-bangunan penunjang lainnya. Semoga tahun depan, akan ada kucuran anggaran agar BLK secepatnya dapat terealisasi di Manokwari Selatan. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.