Polisi Ungkap Motif Teroris KKB Sasar Fasilitas Pendidikan

oleh
Teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) baru saja membakar gedung SMP Negeri Serambakon di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua

Pegunungan Bintang, Borneo24.com – Teroris kelompok kriminal bersenjata (KKB) baru saja membakar gedung SMP Negeri Serambakon di Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Polisi mengungkap alasan mengapa KKB selalu menyasar fasilitas pendidikan di tanah Papua.
“Sesuai ancaman yang disebar via video Youtube target adalah fasilitas pemerintah,” ujar Kapolres Pegunungan Bintang AKBP Cahyo Sukarnito, Selasa (14/12/2021).

Menurut Cahyo, pendidikan merupakan aspek dasar bagi sebuah negara agar bisa bergerak maju. Jika pendidikan diperlemah, maka warganya dapat dengan mudah dipengaruhi hal-hal buruk. “Pendidikan adalah kebutuhan fundamental suatu bangsa bila ingin maju dan berkembang,” jelas Cahyo.

“Dengan lumpuhnya sarana pendidikan tentu secara jangka panjang diharapkan masyarakat tetap berpendidikan rendah supaya mudah diprovokasi dan dipengaruhi,” katanya. Cahyo menduga pelaku pembakaran SMP Negeri Serambakon merupakan kelompok yang sama dengan pelaku pembakaran SMAN 1 Oksibil beberapa hari yang lalu. Perlu diketahui, SMAN 1 Oksibil dibakar oleh KKB pimpinan Lamek Taplo.

“Patut diduga demikian karena lokasi di distrik yang sama dan berdekatan. Ingat ya saya sampaikan patut diduga,” tuturnya.

Sebelumnya diberitakan, teroris KKB di Kabupaten Pegunungan Bintang kembali berulah. Sehari setelah menembaki pos Brimob, teroris KKB membakar bangunan sekolah di Distrik Serambakon, Kabupaten Pegunungan Bintang.

“Telah terjadi pembakaran gedung sekolah dan kontak tembak antara Satgas Pamrahwan Batalion A Resimen III Pelopor dengan Kelompok kriminal bersenjata,” kata Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal, Selasa (14/12).

Peristiwa pembakaran itu terjadi pada hari ini pukul 08.30 WIT. Sebelum diketahui terjadi pembakaran sekolah, aparat mendengar terjadinya penembakan. Pada pukul 09.00 WIT, personel Satgas Pamrahwan melihat kumpulan asap yang membubung tinggi berasal dari bangunan SMP Negeri Serambakon. Bangunan sekolah itu dibakar oleh KKB.

Kemudian, pada pukul 09.30 WIT terdengar tembakan lagi beberapa kali yang mengarah ke Pos Satgas Pamrahwan dari jarak 700 meter. Personel Satgas Pamrahwan pun melakukan tembakan balasan hingga terjadi kontak tembak.

Ulah KKB itu membuat warga ketakutan hingga akhirnya mengungsi. Mereka diungsikan ke gereja terdekat dengan dijaga ketat oleh personel TNI-Polri. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.