PT PLN Membangun 40 Unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum

oleh
Gambar ilustrasi

Jakarta, Borneo24.com– PT PLN (Persero) mengelokasikan Rp 120 miliar pada 2022 ini pembangunan infrastruktur kelistrikan dalam mempercepat pembentukan ekosistem Kendaraan Bermotor Listrik Berbasis Baterai (KBLBB), termasuk mobil listrik.

Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril mengatakan, dari dana alokasi Rp 120 miliar tersebut, salah satunya untuk membangun 40 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) Ultra Fast Charging di Bali untuk mendukung perhelatan G20.

Tidak hanya itu, PLN juga membuka peluang yang seluas-luasnya bagi badan usaha untuk dapat berkolaborasi bersama menjadi partnership penyediaan SPKLU berbasis Sharing Economy Model.

Dalam hal ini, PLN sudah bekerjasama dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk untuk menghadirkan stasiun pengisian kendaraan listrik umum di area kantor pusat Bank Mandiri.

“Semoga melalui penyediaan SPKLU di lingkungan Plaza Mandiri ini, mampu meningkatkan semangat transisi penggunaan energi ramah lingkungan melalui penggunaan kendaraan listrik,” kata Bob dalam keterangan tertulis, Selasa (11/1/2022).

SPKLU pertama di area kantor Bank Mandiri ini terletak di lahan parkir Gedung Plaza Mandiri, Jl Gatot Subroto kav.36-38, Jakarta Selatan.

Ke depan, fasilitas serupa juga akan ditempatkan di beberapa kantor utama Bank Mandiri, antara lain Menara Mandiri di Jl Jenderal Soedirman, Wisma Mandiri di Jl MH Thamrin, Graha Mandiri di Jl P Diponegoro, dan Sentra Mandiri di Jl RP Soeroso.

Menurutnya, kolaborasi mendukung ekosistem KBLBB ini dapat memberikan kontribusi yang nyata dalam transisi energi dan meningkatkan produktivitas infrastruktur pengisian ulang kendaraan listrik.

“Ini bentuk kolaborasi antara PLN dan Bank Mandiri dalam mempercepat tercapainya net zero emission pada 2060 mendatang,” ujarnya.

Adapun pengisian listrik pada fasilitas ini akan memanfaatkan aplikasi PLN Mobile yang telah diperkenalkan PLN serta proses pembayaran nantinya akan ditambahkan menggunakan QRIS Mandiri untuk memudahkan konsumen pemilik kendaraan bermotor berbasis baterai dalam mengontrol pengisian daya dan melakukan pembayaran.

Langkah ini juga akan melengkapi channel pembayaran Mandiri Virtual Account dan Mandiri Direct Debit yang telah tersedia sebelumnya di aplikasi PLN Mobile dalam pembayaran tagihan listrik dan non tagihan listrik konsumen.

Selain mengakselerasi penyediaan infrastruktur pengisian ulang kendaraan listrik ini, PLN juga akan terus memastikan ketersediaan listrik yang mumpuni untuk seluruh masyarakat di berbagai sektor usaha lain.

“Sebab, kami meyakini keberadaan listrik bukan hanya sekedar penerang, tetapi juga akan menggerakkan kegiatan usaha yang menciptakan beragam cerita sukses dalam setiap kehidupan,” pungkas Bob Saril. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.