Resmikan Cold Storage 300 Ton, Menteri KKP Targetkan Indramayu Jadi Sentra Perikanan

oleh
Menteri Trenggono saat resmikan cold storage 300 ton di Indramayu. (Foto: KKP).

Jakarta, Borneo24.com Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono meresmikan cold storage berkapasitas 300 ton di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangsong, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat.

Melalui penguatan infrastruktur perikanan tersebut, Indramayu ditargetkan menjadi sentra perikanan di masa depan.

“Di sini harus menjadi salah satu sentra perikanan. Sentra perikanan itu syaratnya adalah infrastruktur sentra perikanan harus dibereskan.

Karena di sini sudah dekat dengan pasar maka tentu saya kira salah satunya adalah cold storage yang dibangun ini.

Sebelumnya 150 ton (sudah dibangun), sekarang 300 ton. Harapan saya tahun depan akan dibangun lagi,” ujar Menteri Trenggono dalam sambutannya. 

Pembangunan cold storage di Indramayu akan memperkuat manajemen rantai pasok hasil perikanan yang dapat mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui stabilitas harga, serta menjamin pasokan stok ikan berkualitas kepada masyarakat.

Menteri Trenggono menambahkan, keberadaan cold storage juga akan meningkatkan konektivitas antarwilayah yang merupakan bagian dari upaya penguatan sekaligus efisiensi logistik ikan nasional. 

Selain itu, tersedianya lapangan kerja dan adanya pembinaan sumber daya manusia dalam menggunakan teknologi pendingin yang menjadi kebutuhan mutlak untuk penyimpanan dan distribusi ikan serta penumbuhan ekonomi UKM berbasis koperasi.

Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Sakti Wahyu Trenggono meresmikan cold storage berkapasitas 300 ton di Tempat Pelelangan Ikan (TPI) Karangsong, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, dilansir dari Laman Kementerian Kelautan dan Perikanan Sabtu (13/8/2022).

Melalui penguatan infrastruktur perikanan tersebut, Indramayu ditargetkan menjadi sentra perikanan di masa depan.

“Di sini harus menjadi salah satu sentra perikanan. Sentra perikanan itu syaratnya adalah infrastruktur sentra perikanan harus dibereskan.

Karena di sini sudah dekat dengan pasar maka tentu saya kira salah satunya adalah cold storage yang dibangun ini. Sebelumnya 150 ton (sudah dibangun), sekarang 300 ton. Harapan saya tahun depan akan dibangun lagi,” ujar Menteri Trenggono dalam sambutannya. 

Pembangunan cold storage di Indramayu akan memperkuat manajemen rantai pasok hasil perikanan yang dapat mendorong peningkatan produktivitas dan kesejahteraan masyarakat nelayan melalui stabilitas harga, serta menjamin pasokan stok ikan berkualitas kepada masyarakat.

Menteri Trenggono menambahkan, keberadaan cold storage juga akan meningkatkan konektivitas antarwilayah yang merupakan bagian dari upaya penguatan sekaligus efisiensi logistik ikan nasional.

Selain itu, tersedianya lapangan kerja dan adanya pembinaan sumber daya manusia dalam menggunakan teknologi pendingin yang menjadi kebutuhan mutlak untuk penyimpanan dan distribusi ikan serta penumbuhan ekonomi UKM berbasis koperasi.

Ke depan, pengelolaan cold storage diserahkan ke Pemerintah Daerah Indramayu yang bekerja sama dengan Koperasi Perikanan Laut (KPL) Mina Sumitra sebagai pengelola cold storage. 

“KPL Mina Sumitra nantinya diharapkan dapat menjadi off taker dan agregator bagi nelayan di wilayah Pantai Utara Pulau Jawa (Pantura) khususnya di Kabupayen Indramayu,” tutupnya.

Sebagai informasi, Menteri Trenggono juga menyerahkan bantuan senilai Rp3,69 milyar dengan rincian  berupa sarana kendaraan berpendingin roda 6, pengembangan perikanan budidaya dan bantuan pelatihan untuk masyarakat Indramayu, serta bantuan pendidikan untuk anak pelaku utama di Indramayu. Dilakukan juga penyerahan secara simbolis Sertifikat Kelaikan Kapal Perikanan untuk nelayan Indramayu. 

Peresmian dihadiri juga anggota Komisi IV DPR RI Ono Surono, Bupati Indramayu Nina Agustina, Staf Khusus Menteri Koperasi dan UKM Riza Damanik, dan para pejabat eselon 1 lingkup KKP. 

No More Posts Available.

No more pages to load.