RI dan Negara ASEAN Bahas Pemulihan Ekonomi Serta Evaluasi Cetak Biru MEA 2025

oleh
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto

Jakarta, Borneo24.com – Meskipun tengah menghadapi Pandemi Global Covid-19, Indonesia dan negara anggota ASEAN lainnya tetap berkomitmen untuk melaksanakan integrasi ekonomi ASEAN melalui implementasi Prioritas Tahunan AEC 2025.

“Pada tahun 2020 ini, Indonesia telah mengimplementasikan 39% komitmen, sedangkan di level ASEAN mencapai 35%,” tutur Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Pertemuan ASEAN Economic Community Council (AECC) / Dewan Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) ke-19 secara virtual pada Selasa (10/11) di Jakarta.

Forum ini membahas tingkat integrasi ekonomi ASEAN, review atas implementasi Cetak Biru MEA 2025, upaya pemulihan ekonomi ASEAN, dan pelaksanaan Revolusi Industri 4.0. Ini merupakan tindak lanjut dari Pertemuan AECC ke-18 yang berlangsung di Bangkok, Thailand.

ASEAN telah menyepakati kerangka kerja pemulihan ekonomi yang diberi nama ASEAN Comprehensive Recovery Framework (ACRF). Ini merupakan tindak lanjut dari arahan Leaders pada KTT ASEAN ke-36 tanggal 26 Juni 2020 untuk melakukan pemulihan ekonomi akibat dampak COVID-19.

Ada 5 (lima) strategi di dalam ACRF yaitu meningkatkan sistem kesehatan, memperkuat ketahanan manusia, memaksimalkan potensi pasar intra ASEAN, mempercepat digitalisasi yang inklusif, serta maju menuju masa depan yang tangguh dan berkelanjutan.

Pada kesempatan ini, Menko Perekonomian menyampaikan respons kebijakan yang telah diambil pemerintah Indonesia melalui Program Penanganan COVID-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN).

Airlangga menggarisbawahi pemanfaatan teknologi digital dalam pelaksanaan pemulihan ekonomi, baik itu bagi Indonesia maupun ASEAN penting tidak hanya untuk meningkatkan efisiensi dan produktivitas, tetapi juga mendorong inklusivitas dan mempromosikan inovasi.

Selain itu, juga dilakukan evaluasi (Mid-Term Review) atas pelaksanaan AEC Blueprint 2025. Indonesia menyambut baik penyelesaian Preliminary Report MTR yang dapat memberikan informasi komprehensif terkait perkembangan integrasi ekonomi di ASEAN selama 5 (lima) tahun, serta menjadi dasar bagi upaya peningkatan implementasi measures 5 tahun ke depan.

Sebagai informasi, pertemuan ini dipimpin oleh Tran Tuan Anh dari Vietnam ini dihadiri oleh seluruh AECC Ministers dari 10 Negara Anggota ASEAN (AMS).

No More Posts Available.

No more pages to load.