Strategi Pemerintah Cetak 1 Juta Pengusaha

oleh
Ilustrasi.

Jakarta, Borneo24.com Pemerintah menargetkan bisa mencetak 1 juta pengusaha di Indonesia hingga pada tahun 2024. Target itu merupakan tindak lanjut dari terbitnya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional Tahun 2021-2024.

Kementerian BUMN bersama Kementerian Koperasi dan UKM pun berkomitmen untuk mendukung tercapainya target 1 juta pengusaha. Staf Ahli Bidang Keuangan dan Pembangunan UMKM BUMN Loto Srinatia Ginting mengatakan, pihaknya telah memetakan strategi untuk mendukung penciptaan wirausaha, baik melalui kementerian maupun perusahaan pelat merah.

Pertama, menyediakan pelatihan bagi UMKM agar naik kelas. Loto bilang, saat ini terdapat rumah BUMN di 34 provinsi di Indonesia untuk menyelenggarakan pelatihan.

“Kedua, kita dukung pembiayaan, baik itu dari dana kemitraan yang ada atau pembiayaan yang memang bisa diakses di lembaga keuangan yang disediakan BUMN, baik bank dan non bank, termasuk juga lewat penyaluran KUR (kredit usaha rakyat),” ujarnya dalam konferensi pers di Kantor Kemenkop UKM, Kamis (12/5/2022).

Kemudian ketiga, BUMN menjadi offtaker yang siap menyerap produk-produk UMKM. Ia mengatakan, BUMN memiliki platform Pasar Digital Usaha, Mikro, Kecil dan Menengah (PaDi UMKM) untuk penjualan secara online, dan terdapat Sarinah untuk penjualan secara offline.

Keempat, Kementerian BUMN bekerja sama dengan kementerian lain untuk mendukung tempat penyediaan usaha di infrastruktur strategis. Ia bilang, penyediaan infrastruktur ini bertujuan untuk menumbuhkan wirausaha mapan.

Sementara itu, Menteri Koperasi dan UKM Teten Masduki mengatakan, upaya untuk mendorong pencapaian 1 juta pengusaha, di antaranya dengan mengubah pendekatan ke UMKM melalui pendampingan secara terus-menerus dengan pendekatan inkubasi.

“Jadi bukan lagi pelatihan yang hit and run, tapi harus dierami sampai menetas. Jadi pendekatan harus inkubasi. Ini harus terhubung pembiayaan dan market,” kata Teten. Penciptaan wirausaha ini melalui beberapa tahap, mulai dari masyarakat umum menjadi calon wirausaha, lalu naik tingkat jadi wirausaha pemula, hingga menjadi wirausaha mapan dan memiliki produk dengan kualitas siap ekspor.

Adapun untuk wirausaha mapan sendiri, secara definisi adalah wirausaha yang sudah menjalankan usahanya selama 42 bulan. Teten menambahkan, dengan terciptanya 1 juta pengusaha maka akan meningkatkan perekonomian Indonesia secara signifikan.

Kendati demikian, ia mengaku belum memperhitungan berapa besaran perputaran uang dengan penciptaan wirausaha itu. “Perputaran uang belum kami hitung, tapi kami optimis, sekarang saja UMKM bisa menyediakan lapangan kerja 97 persen, share terhadap PDB, dan ekspornya sudah 15 persen.

Nanti kami akan hitung pertumbuhannya,” jelas dia. “Tapi dari baseline itu akan bisa lihat nanti dengan pertambahan 1 juta ini saya kira akan signifikan, paling tidak kualitas lapangan kerjanya yang disediakan UMKM akan semakin baik kalau kita bisa naikkan dari informal dan mikro menjadi wirausaha mapan,” ujar Teten. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.