Piala Dunia Qatar Jadi yang Termahal, Habiskan Dana Rp 3.400 Triliun

oleh
Penari tampil saat upacara pembukaan Piala Dunia 2022 di Stadion Al-Bayt di Al Khor, Doha, Qatar.

Jakarta, Borneo24.com Piala dunia Qatar 2022 nampaknya jadi yang termahal sepanjang masa dalam penyelenggaraan pesta sepak bola dunia. Pasalnya, tidak sedikit dana yang keluar dalam mempersiapkan kompetisi empat tahun sekali ini.

Turnamen Piala Dunia 2022, yang berlangsung 20 November hingga 18 Desember 2022, Qatar mengeluarkan biaya tak tanggung-tanggung, mencapai Rp 3.400 triliun.

Untuk Piala Dunia 2022, Qatar menyiapkan delapan stadion. Kedelapan stadion itu adalah Stadion Lusail, Stadion 974, Stadion Education City, Stadion Internasional Khalifa, Stadion Al Thumama, Stadion Al Janoub, Stadion Al Bayt, dan Stadion Ahmad bin Ali. Delapan stadion itu untuk menggelar 64 pertandingan sejak fase grup hingga laga puncak final pada 18 Desember mendatang.

Total dana untuk mempersiapkan delapan stadion itu mencapai 154,7 triliun. Ada tujuh stadion baru yang dibangun, dan merenovasi satu stadion lainnya.

Pos pengeluaran lainnya yakni anggaran pengamanan yang mencapai Rp 15,4 triliun. Anggaran sebanyak ini tentu untuk mengamankan para pemain bintang dari 32 tim (negara) yang lolos ke Qatar. Maklum, banyak pemain nasional dari masing-masing negara merupakan pemain bintang yang bernilai fantastis.

Anggaran terbesar digunakan untuk membangun infrastruktur pendukung, seperti jaringan transportasi umum metro atau kereta bawah tanah di Doha dan sekitarnya, sebuah bandara baru, jalan raya, dan lebih dari 100 hotel, serta jaringan telekomunikasi. Investasi untuk infrastruktur pendukung konon mencapai Rp 557 triliun.

Nilai fantastis tersebut digelontorkan sejak Qatar ditetapkan menjadi tuan rumah oleh Federasi Sepakbola Internasional (FIFA), pada 2010. Dengan kata lain, duit sebanyak itu digunakan untuk persiapan selama 12 tahun.

Dengan demikian, rata-rata per tahun dana yang dikeluarkan Qatar adalah Rp 283 triliun hanya untuk gelaran Piala Dunia. Jika Produk Domestik Bruto (PDB) Qatar tahun ini yang mencapai Rp 2.732 triliun menjadi patokan, maka angka Rp 283 triliun itu setara dengan 10% dari PDB mereka.

Uniknya, meskipun mengeluarkan biaya besar, Qatar tidak memperoleh hak dari pemasukan resmi yang diperoleh FIFA. Qatar mungkin merugi dari aspek keuangan, tetapi tidak untuk aspek lainnya karena yang dikejar oleh negara kaya raya ini tampaknya bukan keuntungan finansial.

Berdasarkan pengalaman, menjadi tuan rumah perhelatan-perhelatan akbar seperti Piala Dunia dan Olimpiade hampir selalu berkaitan dengan reputasi dan citra internasional sebuah negara, ketimbang mencari keuntungan. Jika pun mencari keuntungan maka itu adalah keuntungan jangka panjang.

Namun Qatar akan terus dipaksa mengeluarkan dana besar sekalipun Piala Dunia 2022 selesai karena sebagian besar stadion untuk Piala Dunia 2022 tetap membutuhkan dana besar untuk operasional dan pemeliharaannya.

No More Posts Available.

No more pages to load.