154 Orang Tertipu Perekrutan Proyek Tenaga Kerja Bandara Purbalingga

oleh

Banjarnegara, Borneo24.com – Sebanyak 154 orang dari empat kabupaten di Eks-Karesidenan Banyumas menjadi korban penipuan dengan dalih perekrutan tenaga kerja proyek pembangunan Bandara Jenderal Besar Soedirman (BJBS) di Purbalingga.

Dari 154 orang korban penipuan tersebut, 110 orang di antaranya merupakan warga Banjarnegara.
Mereka dijanjikan akan dipekerjakan di proyek pembangunan Bandara Jenderal Soedirman.
“Berdasarkan hasil penyelidikan, untuk jumlah korban se-Eks-Wilayah Banyumas ada 154 orang.
Sebanyak 110 korban berasal dari Banjarnegara.
Untuk korban lainnya, tengah ditangani sesuai wilayahnya masing-masing.

Kami sudah berkoordinasi dengan Polres tetangga,” kata Kapolres Banjarnegara, AKBP IGA Dwi Perbawa Nugraha, Jumat (6/3).

Saat ini, polisi sudah menangkap tiga orang tersangka, yakni TH (72), warga Desa Cihanjung, Kecamatan Parongpong, Bandung Barat; PR (47) warga Karangjati, Banjarnegara; dan AK (46) warga Lengkong, Banjarnegara.
Kejadian ini bermula saat tersangka AK mendatangi korban pelapor, seorang warga Kecamatan Punggelan, Banjarnegara, pada November 2019 lalu.

Namun hingga saat ini, pekerjaan yang dijanjikan tidak menjadi kenyataan.
“Kemudian korban melaporkan hal ini kepada kami. Setelah dilakukan penyelidikan, korban terus bertambah hingga saat ini di Banjarnegara sampai 110 orang.

Saat menjalankan aksinya, para tersangka mengatasnamakan dari PT Angkasa Pura. Kepada korban dijanjikan akan digaji setara Upah Minimum Regional (UMR) Provinsi DKI Jakarta, yakni Rp 4,2 juta per bulan.

“Jenis pekerjaan yang dijanjikan beragam, mulai administrasi petugas gudang, logistik dan lainnya,” katanya. Aksi kriminal ini dilakukan dengan sangat rapi.

Tersangka memiliki banyak stempel yang kini dijadikan barang bukti, antara lain mengatasnamakan Unit Satuan Kerja Pelaksana Bandara JBS AP, dan HRD AP.

Para korban penipuan dengan dalih perekrutan tenaga kerja proyek pembangunan BJBS berasal dari empat kabupaten, yang berada di sekitar lokasi bandara.

Awaluddin mengatakan, PT Angkasa Pura II memang mempercepat pembangunan runway untuk melayani pesawat ATR 72 dan sejenisnya (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.