Dampak Perkembangan Kolonialisme Dan Imperialisme di Indonesia Terutama Dibidang Pendidikan

oleh
Dampak Kolonialisme dan Imperialisme Terutama Dalam Bidang Pendidikan

Jakarta, Borneo24.com Kedatangan bangsa Eropa di Indonesia selama beberapa abad menyisakan banyak cerita bagi bangsa Indonesia. Disamping cerita yang menyedihkan, imperialisme dan kolonialisme yang terjadi di tanah air juga memberikan beberapa dampak positif bagi kemajuan bangsa Indonesia. Salah satunya dari sisi pendidikan, meskipun hanya bisa diakses oleh segelintir orang saja khususnya kaum bangsawan.

Dampak dari imperialisme dan kolonialisme juga memicu rasa nasionalis dan cinta tanah air rakyat Indonesia, sehingga bersatu untuk melawan penjajah akibat adanya penindasan. Imperialisme dan kolonialisme bangsa Eropa terhadap Indonesia ini berdampak pada seluruh aspek baik aspek politik, ekonomi, maupun sosial budaya. Berikut penjelasan lebih lanjut dari dampak perkembangan imperialisme dan kolonialisme di Indonesia!

Bidang Politik

Disadari atau tidak, dengan datangnya pemerintahan kolonialisme ke Nusantara sangat mempengaruhi bentuk pemerintahan Indonesia. Sebelumnya sistem pemerintahan di Indonesia merupakan sistem kerajaan atau turun temurun tetapi dengan kedatangan Belanda yaitu Jenderal Daendels membawa perubahan administrasi dan politik di Indonesia dengan lebih modern.

Perubahan yang sistem politik dan pemerintahan yang signifikan ini menyebabkan hilangnya kekuasaan politik dari para penguasa Indonesia ke tangan Belanda. Adapun beberapa dampak imperialisme dan kolonialisme di Indonesia dari sisi politik antara lain:

  • Penerapan sistem indirect rule atau sistem pemerintahan tidak langsung dengan menjadikan para bupati sebagai penguasa VOC.
  • Munculnya berbagai perlawanan rakyat Indonesia terhadap pemerintah Hindia Belanda.
  • Kebijakan Belanda yang sangat mempengaruhi kehidupan kerajaan-kerajaan di Indonesia.
  • Belanda menjadikan Bupati daerah sebagai alat kekuasaan pemerintahan mereka.
  • Kekuasaan kerajaan bergantung pada kekuasaan kolonial Belanda.

Bidang Ekonomi

Dampak imperialisme dan kolonialisme Belanda juga berdampak pada bidang ekonomi. Dimana, salah satu tujuan mereka menguasai Indonesia untuk mendapatkan keuntungan sebesar-besarnya dengan mencari uang dan mengumpulkan kekayaan sebanyak-banyaknya. Hal tersebut dapat dibuktikan dengan beberapa faktor yaitu :

Adanya sistem tanam paksa yang diterapkan oleh Belanda terhadap masyarakat Indonesia.

  • Diberlakukannya sistem sewa tanah karenanya terjadilah perubahan dari sistem ekonomi barang ke sistem ekonomi uang.
  • Belanda membangun fasilitas umum dengan mempekerjakan masyarakat Indonesia pada kerja rodi.

Bidang Sosial Budaya

Dalam sisi perkembangan sosial budaya, kebudayaan masyarakat Indonesia terhadap masa imperialisme dan kolonialisme juga mengalami perubahan. Dampak yang dirasakan salah satunya adalah dengan berubahnya pola hidup masyarakat Indonesia akibat pengaruh bangsa eropa. Hal tersebut disebabkan dengan adanya beberapa faktor antara lain :

  • Berpindahnya fokus masyarakat pada bidang sosial budaya akibat hilangnya perann politik dari para penguasa.
  • Ikatan tradisi melemah akibat beberapa upaca adat yang disederhanakan.
  • Hilangnya kekuasaan tradisional akibat dihilangnya status raja oleh Belanda dan digantikan sebagai pegawai pemerintahannya.

Bidang Pendidikan

Belanda memajukan perkembangan pendidikan bagi rakyat Indonesia dengan tujuan untuk menghasilkan pegawai administrasi yang berpendidikan dan bisa dibayar dengan upah minimal. Dengan begitu, maka Belanda akan banyak mendapatkan keuntungan dipihaknya. Dampak imperialisme dan kolonialisme dalam bidang pendidikan antara lain:

  • Munculnya golongan-golongan terpelajar di Indonesia.
  • Bangsa Indonesia bisa membaca dan menulis sehingga dapat menjadi tenaga-tenaga kerja di perusahaan Belanda.
  • Bangsa Indonesia menjadi tahu perkembangan yang terjadi di dunia luar.

Dampak pendidikan Dalam buku Sejarah Indonesia Modern (2008) karya MC Ricklefs, dampak pada pendidikan dapat dilihat dari adanya sekolah-sekolah Kristen yang tersebar di berbagai wilayah, seperti Minahasa dan Jawa. Dampak lain adalah munculnya beberapa orang pribumi yang mengenyam pendidikan sampai gelar doktor di Belanda, salah satunya yakni Hoesein Djajadiningrat. Perkembangan pendidikan ini juga didukung dengan dibukanya sekolah tinggi tingkat universitas tanpa memandang ras di Indonesia yaitu:

  • Technische Hogeschool atau “sekolah tinggi teknik” di Bandung
  • Rechtshoogeschool atau “sekolah tinggi hukum”
  • Geneeskundige Hogeschool atau “sekolah tinggi kedokteran” (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.