Kalsel Siap Menyambut Perkuliahan Tatap Muka

oleh
Gambar Ilustrasi.

Kalimantan Selatan, Borneo24.com – Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim mengatakan bakal membuka sekolah dan kampus untuk pembelajaran tatap muka secara terbatas pada tahun ajaran 2021-2022.

Semangat dari sang menteri untuk menggelorakan lagi pembelajaran tatap muka yang lebih dari satu tahun terhenti akibat pandemi COVID-19 ini pun disambut antusias praktisi pendidikan mulai tingkat Sekolah Dasar hingga perguruan tinggi.

Universitas Lambung Mangkurat (ULM) sebagai perguruan tinggi negeri terbesar dan terbaik di Pulau Kalimantan dengan akreditasi A turut menyikapi positif wacana Kemendikbudristek, sehingga kampus yang berlokasi di Kota Banjarmasin dan Kota Banjarbaru, Kalimantan Selatan itu langsung mempersiapkan diri memenuhi segala hal yang jadi persyaratan boleh digelarnya perkuliahan luar jaringan (luring) alias tatap muka.

Bahkan Rektor ULM Prof Sutarto Hadi dengan nada optimis perkuliahan tatap muka bisa terealisasi tahun ini mengingat pihaknya sudah sangat siap dengan protokol kesehatan sebagaimana yang disyaratkan.

Prinsipnya, ULM siap menatap pembukaan kampus di masa pandemi sebagai implementasi Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar yang membiarkan mahasiswa mendapatkan kemerdekaan belajar di perguruan tinggi dan mendapatkan pembelajaran yang lebih berkualitas.

Nantinya ada pembagian mahasiswa secara bergiliran, sehingga ruang kelas tidak terlalu penuh. Proses belajar mengajar juga dikombinasikan antara tatap muka dan daring yang dikenal “hybrid learning” yaitu pembelajaran sistem daring dikombinasikan pertemuan tatap muka.

Meski begitu, keputusan digelarnya perkuliahan tatap muka tetap melihat situasi terakhir kasus COVID-19. Jika tidak berada di zona merah, maka pada semester pertama tahun akademik 2021-2022 yang dimulai Agustus mendatang mahasiswa masuk kampus.

Diakui dia pula, tidak mudah memang mengatur begitu banyak mahasiswa di ULM yang mencapai 30 ribu orang. Begitu juga dosen serta tenaga kependidikan yang jika ditotal sekitar 1.800 orang.

Namun hal itu tak lantas membuat Sutarto bimbang. Dia meyakini civitas akademika sudah teredukasi secara baik terkait protokol kesehatan, sehingga tak ada alasan untuk mengabaikannya selama berada di kampus mengikuti kegiatan perkuliahan dan aktivitas administrasi lainnya.

Mengingat pembelajaran tatap muka secara terbatas, maka segala kegiatan lain di kampus juga sangat dibatasi misalnya seminar, Focus Group Discussion (FGD) hingga kuliah umum dan sebagainya.

Ditegaskan Sutarto, unsur pimpinan di setiap fakultas bakal bertanggung jawab penuh dalam pengawasan protokol kesehatan. Bahkan dia meminta tiap program studi atau jurusan memiliki satuan tugas yang diberi amanah mengawal dan memastikan prokes dijalankan secara benar.

Sejatinya ULM pun telah memiliki Tim Pakar yang bertugas membantu percepatan penanganan COVID-19 di Kalimantan Selatan sebagai bentuk kontribusi nyata memberikan perhatian dengan segala daya upaya membantu pemerintah daerah menangani pandemi yang terus meluas.

Ada 12 orang akademisi yang ditunjuk Rektor ULM masuk dalam Tim Pakar COVID-19. Mereka adalah para dosen yang berlatar belakang bidang keilmuan berbeda dari sejumlah fakultas di ULM.

Dimotori Ketua Gugus Tugas Penanganan COVID-19 ULM dr Iwan Aflanie yang merupakan Dekan Fakultas Kedokteran, Tim Pakar ULM ditugaskan fokus memberikan masukan kepada pemda atau Gugus Tugas Provinsi ataupun 13 kabupaten dan kota di Bumi Lambung Mangkurat.

Perkuliahan daring selama lebih dari satu tahun terakhir memang ditanggapi beragam civitas akademika baik dosen maupun mahasiswa. Namun rata-rata mengeluhkan kondisi saat ini dan berharap kampus bisa dibuka kembali.

Diandra Imanuella (18) misalnya, mahasiswi Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) ULM ini mengaku cukup kesulitan ketika belajar daring mengingat ada beberapa mata kuliah yang harusnya praktik di laboratorium.

Mahasiswi semester dua itu merasa kurang maksimal ketika belajar daring dan lebih suka belajar langsung tatap muka dengan dosen.

Sebagai bentuk dukungan program vaksinasi menuju pembelajaran tatap muka yang direncanakan tahun ini, Diandra pun telah divaksin COVID-19 bersama ratusan mahasiswa di FKG ULM. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.