Kemendikbudristek Dorong Terciptanya SDM Indonesia Lewat Pemanfaatan Teknologi

oleh
Ilustrasi.

Jakarta, Borneo24.com Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) berkomitmen menyiapkan generasi penerus yang memiliki ketahanan dalam menjawab berbagai tantangan zaman.

Salah satunya adalah tantangan pembelajaran yang dihadapi akibat pandemi Covid-19 di mana masyarakat dunia harus beradaptasi dengan secara masif memanfaatkan teknologi informasi digital dalam keseharian.
 
Berangkat dari kondisi inilah peringatan Hari Kebangkitan Teknologi Nasional (2022) mengusung tema “Transformasi dan Inovasi Pendidikan melalui Teknologi”. Dengan harapan, tercipta SDM Indonesia yang berkarakter dan mumpuni dari sisi kompetensi teknologi untuk menjawab tantangan masa depan.
 
“Dua catatan inilah yang membuat kita mengangkat tema untuk Hari Teknologi Nasional tahun ini  di mana teknologi yang semakin murah dan mudah kita dapatkan saat ini betul-betul menjadi dorongan yang positif dalam peningkatan tumbuh kembang peserta didik semua,” ucap Kepala Pusat Data dan Teknologi Informasi Kemendikbudristek, Muhamad Hasan Chabibie dalam Silaturahmi Merdeka Belajar (SMB): Ekosistem Teknologi untuk Akselerasi Pendidikan Indonesia, di Jakarta, Kamis (11/8).
 
Kemendikbudristek melalui Pusdatin terus mendorong pemanfaatan teknologi informasi secara masif guna memastikan agar kualitas pendidikan Indonesia melompat makin tinggi. “Sebab, kompetensi di bidang teknologi untuk menjawab tantangan masa depan sangat dibutuhkan. Dengan kata lain, teknologi hadir sebagai solusi,” imbuhnya.
 
Oleh karena itu, ia mengimbau berbagai pihak berkolaborasi dalam memupuk tumbuhnya ekosistem teknologi digital yang sesuai dengan kebutuhan pengguna layanan pendidikan. “Kami bergotong royong dengan semua pihak yang memiliki fokus yang sama untuk meningkatkan kualitas pendidikan kita melalui  pemanfataan teknologi sebagai titik pijak lompatan menuju masa depan yang lebih baik,” ujar Kapusdatin.
 
Salah satu terobosan berbasis teknologi yang telah diluncurkan Kemendikbudristek adalah platform kedaireka yang mempertemukan kampus dengan industri. Setidaknya terdapat lebih dari 1.900 proposal riset yang difasilitasi kedaireka. Pada tahun 2021, Kemendikbudristek telah berhasil melibatkan lebih dari seribu perguruan tinggi serta menyalurkan dana padanan (matching fund) sebesar Rp1,4 triliun untuk matching fund Dikti dan Rp247 miliar untuk matching fund Diksi.
 
“Berangkat dari adanya ketidakmerataan akses yang dialami oleh sebagian besar insan dikti dan vokasi dari berbagai profesi. Dengan teknologi digital kita buat marketplace agar siapapun di perguruan tinggi (PT) maupun dosen bisa dia taruh idenya di Kedaireka.

Jika dunia usaha dunia industri (DUDI) memiliki masalah yang ingin dibantu dipecahkan oleh insan PT dan vokasi, dia bisa submit di situ. Dengan demikian satu sama lain bisa saling memberi solusi bersama,” PMO Kedaireka, Willy Sakareza.
 
Ia menyampaikan harapannyannya, ke depan ‘perjodohan’ antara pendidikan vokasi dengan DUDI melalui Kedaireka bisa berlangsung lebih cepat dan lebih banyak menjaring peserta. “Kami ingin program ini berkelanjutan, supaya DUDI semakin tertarik dengan solusi yang ditawarkan akademisi.\

Maka kami mendorong agar akademisi semakin aktif terlibat di platform ini,” pesannya yang menekankan pentingnya kolaborasi antarberbagai pihak dalam pemanfaatan teknologi untuk menciptakan solusi yang membawa banyak keselamatan. 
 
Kemudian, Platform Merdeka Mengajar (PMM) yang diluncurkan bersama Kurikulum Merdeka pada awal tahun 2022 telah membantu lebih dari 800 ribu guru untuk terus belajar, mengajar dengan lebih baik, dan berkarya.

Produk-produk dalam platform Merdeka Mengajar disediakan untuk membantu Guru menerapkan pembelajaran paradigma baru, baik dengan menyediakan referensi pengajaran maupun melalui peningkatan kompetensi.
 
“Saat kami ingin membangun perangkat teknologi berskala besar, kami kumpulan ahli yang sesuai dari kalangan industri, masyarakat dan  profesional untuk berkolaborasi dengan kementerian khususnya Pusdatin sebagai pengelola data di Kemendikbudristek. Misi kami adalah bagaimana menjadi mitra yang baik untuk memecahkan permasalahan bersama-sama. 
 
“Setelah ini kita observasi datanya, kita analisa, uji testing, jika belum cocok kita evaluasi dan literasi ulang,” urainya. Ia mengklaim, rerata pengguna platform Merdeka Belajar saat ini mencapai Rp2,7 juta perbulan dan selama enam bulan terakhir banyak fitur tambahan yang dikembangkan untuk menjawab kebutuhan pengguna. (***)
 

No More Posts Available.

No more pages to load.