Kemendikbudristek Dukung Kebaya Jadi Warisan Dunia Takbenda

oleh
Kemendikbudristek Dukung Kebaya Jadi Warisan Dunia Takbenda.

Jakarta, Borneo24.com Kemendikbudristek mendukung upaya agar kebaya didaftarkan menjadi warisan budaya takbenda asal Indonesia ke UNESCO. Seperti diketahui ratusan perempuan berkebaya warna-warni berasal dari wilayah Jabodetabek mengikuti olah raga ‘Gerak Jalan Sehat’ pada Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB) atau Car Free Day (CFD),berkumpul untuk mengikuti acara Jalan Santai Berkebaya yang diselenggarakan komunitas Pertiwi Indonesia dan Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI).

Kegiatan ini tak hanya sekadar jalan santai biasa. Para perempuan mulai dari anak, remaja, hingga dewasa begitu antusias mengikuti aksi jalan sehat dari Kantor Kemendikbudristek menuju Bundaran Hotel Indonesia (HI) untuk menyatakan dukungan mereka agar kebaya didaftarkan sebagai warisan budaya takbenda asal Indonesia ke UNESCO.

“Kami dari Kemendikbudristek mendukung acara ini dan mudah-mudahan kegiatan ini bisa menambah kecintaan perempuan untuk berkebaya dalam menunjang aktivitasnya sehari-hari,” ujar Sekretaris Jenderal (Sesjen), Kemendikbudristek, Suharti berkebaya hitam yang turut hadir dalam acara ini.

Menteri Luar Negeri, Retno Marsudi yang mengenakan kebaya berwarna hijau muda turut hadir pada kesempatan ini. “Saya hadir pagi ini karena saya cinta Indonesia dan saya cinta kebaya Indonesia. Oleh karena itu, mari kita pelihara budaya yang menjadi identitas kita. Kita harus bangga memakai kebaya Indonesia,” tegasnya dalam sambutan

Selaku penyelenggara, Ketua Pertiwi Indonesia, Shinta Omar Anwar menyampaikan komitmennya untuk mendukung pelestarian budaya khususnya kebaya sebagai warisan leluhur bangsa. Shinta menyatakan bahwa seluruh cabang Pertiwi Indonesia di berbagai wilayah mendukung kebaya didaftarkan sebagai warisan budaya takbenda ke UNESCO (Kebaya Goes to UNESCO).

“Mari kita mencintai dan bangga mengenakan kebaya sehari-hari mulai sekarang dari Sabang sampai Merauke,” ucapnya seraya mengajak seluruh lapisan masyarakat melestarikan kebaya.

Ketua Umum Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Rahmi Hidayati menambahkan bahwa proses pendaftaran usulan agar kebaya menjadi warisan budaya takbenda asal Indonesia ke UNESCO ini butuh dukungan semua pihak. “Saya senang kaum muda sekarang senang berkebaya,” imbuhnya yang pagi itu hadir dengan balutan kebaya bernuansa merah.

Salah satu peserta aksi yaitu Kanaya siswa kelas empat asal SDN Depok 1 mengaku antusias mengikuti acara. “Bagus acaranya, saya bangga dan suka sebagai generasi muda mengenakan kebaya,” tuturnya yang tertarik untuk berpartisipasi karena diajak oleh sang ibu.

Peserta lain yang tak kalah bersemangat yaitu Safitri, anggota PKK Katalina, Gading Serpong. “Saya senang berkebaya dan saya mendukung sekali gerakan berkebaya. Terlebih saya juga suka jalan kaki. Saya mendukung kebaya segera didaftarkan sebagai warisan dunia asal Indonesia karena banyak orang tahunya kalau kebaya itu dari Indonesia,” urai wanita paruh baya yang pagi tadi mengenakan kebaya bernuansa oranye ini.

No More Posts Available.

No more pages to load.