Pencari Kerja di Era Milenial Dekati Jurusan Kehutanan, Simak Penjelasannya

oleh
Ilustrasi Gambar

Jakarta, Borneo24.com – Jurusan kuliah di perguruan tinggi ada beragam. Mulai dari ekonomi, hukum, ilmu komunikasi, kedokteran, farmasi hingga jurusan teknik. Tetapi, ada pula jurusan yang tak banyak dipilih yakni Kehutanan.

Bagaimana peluang kerja bagi Rimbawan (ahli kehutanan) atau lulusan Jurusan Kehutanan? Melansir laman Universitas Gadjah Mada (UGM), Jumat (9/7/2021), peluang

Demikian diungkapkan Pungky Widiaryanto, alumnus Fakultas Kehutanan UGM yang sekarang bekerja sebagai Perencana Pembangunan Kehutanan dan Konservasi Alam, Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), dalam talkshow sharing alumni yang diadakan oleh Fakultas Kehutanan UGM, Kamis (8/7/2021).

Menurut Pungky, peluang kerja sebagai seorang birokrat masih ada. Seperti di Kementrian Lingkungan Hidup & Kehutanan (KLHK).

Atau di Balai Konservasi yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, dan lain sebagainya, kemudian peluang bekerja di LSM atau organisasi yang berbasis lingkungan hidup dan kehutanan juga masih tetap ada.

“Persoalan menjaga hutan dari ancaman deforestasi, kebakaran, dan lain sebagainya, masih tetap harus diperjuangkan,” ujarnya.

Walaupun orientasi industri nasional telah berpindah kepada manufaktur, jasa, teknologi dan lain sebagainya, akan tetapi lulusan fakultas kehutanan mendapat peluang baru.

Mengenal kemampuan lulusan kehutanan yang sangat baik dalam hal perkayuan, Pungky melihat adanya peluang besar ada di industri furnitur.

Selain itu, peluang kerja juga terdapat di industri pariwisata. Di era milenial ini, industri pariwisata seperti homestay, traveling, serta cafe yang berbasis alam berkembang semakin pesat.
Dikatakan demikian karena omzet disana sangat besar, bahkan lebih besar dari gaji sebagai seorang pegawai.

Pelaku industri pariwisata tersebut sejauh ini juga masih banyak diisi oleh lulusan dari fakultas lain. “Walau kondisi dunia kerja dan ekonomi semakin tergantikan oleh mesin, namun tetap masih ada hal-hal yang tidak tergantikan oleh mesin itu sendiri,” terangnya.

Hal-hal tersebut seperti desain, cerita, keterpaduan, empati, experience, serta meaning and wellness.

Alumnus Fakultas Kehutanan lainnya, Dennis Wara Hermiandra yang sekarang bekerja sebagai Direktur Operasional PT. Ekosistem Khatulistiwa Lestari di Pulau Kalimantan juga mengungkapkan hal yang sama.
Dennis mengatakan bahwa tren industri pariwisata memang telah berpindah kepada pariwisata yang berbasis kelestarian alam.

“Pontianak dulu cafe-nya di ruko, sekarang cafe dirombak dengan taman-taman natural atau alam,” kata Dennis.
Karenanya, peluang kerja Rimbawan di era milenial juga tidak kalah saing dalam sektor teknologi, seperti halnya membangun aplikasi. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.