Pertama Kalinya Indonesia Jadi Inovator Pendidikan Tinggi

oleh
Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim.

Jakarta, Borneo24.comMenteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek), Nadiem Anwar Makarim mengatakan, Indonesia kini menjadi inovator pendidikan tinggi berkat program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).

Hal tersebut disampaikan oleh Nadiem kepada para pimpinan perguruan tinggi, dosen, perusahaan dan organisasi mitra, praktisi, mentor, dan 400 mahasiswa yang hadir pada acara Festival Kampus Merdeka (FKM), di Pulau Serangan, Bali.

“Tidak lagi Indonesia mengejar ketertinggalan. Nanti kita lihat hasilnya. Sekarang, untuk pertama kalinya Indonesia menjadi inovator pendidikan tinggi,” kata Nadiem.

Nadiem menceritakan pengalamannya saat berdiskusi dengan menteri-menteri pendidikan dari berbagai belahan dunia. Ia mengatakan, banyak negara terinspirasi untuk mencontoh MBKM.

Lebih lanjut, pada acara FKM tersebut Nadiem memaparkan capaian dan dampak positif dari program-program MBKM selama satu tahun terakhir, sekaligus pihaknya mendorong pelaksanaan Kampus Merdeka Mandiri di seluruh perguruan tinggi.

“Kampus Merdeka memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mencari pengalaman di dunia nyata. Terima kasih kepada para pemangku kepentingan yang saling bersinergi untuk menyukseskan pelaksanaan kebijakan Kampus Merdeka,” ujarnya.

Program MBKM diluncurkan pada 2020 sebagai salah satu upaya Kemendikbudristek dalam mentransformasi pendidikan tinggi di Indonesia.

Program tersebut menjadi bentuk dukungan penuh kepada mahasiswa untuk menjalankan delapan jenis kegiatan belajar di luar kampus.

8 Program MBKM yang diluncurkan Kemendikbudristek

Adapun delapan program MBKM tersebut yakni:

1. Membangun desa

2. Proyek kemanusiaan

3. Kegiatan wirausaha

4. Penelitian

5. Pertukaran pelajar

6. Kampus mengajar atau asistensi mengajar

7. Melakukan studi atau proyek independen,

8. Magang atau praktik kerja.

Kampus Merdeka telah diikuti oleh lebih dari 420.000 mahasiswa baik melalui program yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek maupun kampus.

Nadiem menegaskan perguruan tinggi harus lebih terlibat dalam meluncurkan program Kampus Merdeka Mandiri, sehingga lebih banyak mahasiswa merasakan manfaat belajar di luar kampus.

“Sebanyak 179.000 mahasiswa dari Sabang sampai Merauke telah mengikuti program yang diselenggarakan oleh Kemendikbudristek. Sementara itu, sebanyak 250.985 mahasiswa telah mengikuti program Kampus Merdeka yang diselenggarakan oleh kampus,” lanjut Nadiem.

Sementara itu, IISMA 2022 telah berjalan dengan melibatkan 1.600 mahasiswa sarjana dan vokasi. Kampus Mengajar juga membantu peningkatan literasi dan numerasi siswa SD dan SMP melalui kontribusi mahasiswa sebagai mitra guru di sekolah.

Nadiem juga menyebutkan program Pertukaran Mahasiswa Merdeka mengajak mahasiswa untuk belajar dan mengalami keragaman budaya di Indonesia, sedangkan pada pelaksanaan program Wirausaha Merdeka bekerja sama dengan perguruan tinggi dengan program wirausaha terbaik untuk melatih sekitar lebih dari 11.000 ribu mahasiswa dari sekitar 400 perguruan tinggi. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.