Sekolah Inklusi Beserta Tujuannya

oleh
Sekolah Inklusi Beserta Tujuannya.

Jakarta, Borneo24.com Sekolah inklusi adalah sekolah dengan sistem layanan pendidikan yang mempersyaratkan siswa berkebutuhan khusus dilayani sesuai kemampuannya. Inklusi yang dimaksud merupakan proses timbal balik atau dua arah guna meningkatkan partisipasi siswa dalam belajar untuk mengidentifikasi dan mengurangi hambatan dalam proses belajar.

Menurut Dr. Idayu Astuti dalam buku Kepemimpinan Pembelajaran Sekolah Inklusi, hal ini merupakan proses penyesuaian dalam layanan pendidikan bagi semua anak berkebutuhan khusus dan anak normal. Dengan begitu, mereka dapat belajar bersama dan mencapai tujuan pendidikan masing-masing.

Meski demikian, pendidikan yang diberikan dalam sekolah inklusi bukanlah penintegrasian terhadap anak-anak dan para remaja yang menyandang kecacatan di sekolah reguler. Pendidikan inklusif diberikan kepada anak-anak yang memiliki hambatan dalam belajar serta anak-anak istimewa, cerdas, dan berbakat.

Dalam kehidupan bermasyarakat, inklusif merupakan penyesuaian atau perubahan sistem pada hal-hal yang biasa dilakukan menjadi pertimbangan berdasarkan kebutuhan semua orang. Hal ini dikarenakan setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda-beda.

Sekolah Inklusi Menurut Para Ahli
Ada beberapa pendapat mengenai sekolah inklusi menurut beberapa tokoh. Pada dasarnya, sekolah inklusi dibentuk untuk melayani kebutuhan siswa berkebutuhan khusus dalam memperoleh hak belajar dan mengoptimalkan potensinya.

Rose & Howley (2007)
Sekolah inklusi adalah sekolah dengan sistem layanan pendidikannya mempersyaratkan agar anak berkelainan dilayani di sekolah sesuai kemampuannya bersama-sama teman sebayanya.

Freiberg (1999)
Melalui pendidikan inklusi, anak berbakat cerdas/istimewa dan berkelainan, dididik bersama-sama anak-anak lainnya yang normal untuk mengoptimalkan potensi yang dimilikinya.

Armstrong (2003:1)
Pendidikan inklusi adalah pendekatan yang berhubungan dengan pengembangan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan belajar seluruh anak tanpa perbedaan dan pemisahan.

Woolfolk & Kolter (2009)
Pendidikan inklusi berarti pendidikan yang mengakomodasi semua anak tanpa memandang kondisi fisik, intelektual, sosial, emosional, atau kondisi lainnya.

Staub & Peck (1995)
Pendidikan inklusi adalah penempatan anak berkelainan ringan, sedang, dan berat secara penuh di kelas.

Skojen (2003:48)
Sekolah inklusi diilustrasikan sebagai sebuah kegiatan inklusif yang berkolaborasi antara keluarga, lembaga pendidikan formal maupun non-formal dalam menciptakan kegiatan pembelajaran yang ramah anak.

Tujuan Sekolah Inklusi
Ada beberapa tujuan sekolah inklusi yang diharapkan dapat tercapai oleh beberapa pihak. Tujuan ini dapat dibagi ke dalam masing-masing kelompok yang terlibat seperti tujuan bagi siswa, orang tua, maupun guru.

Tujuan Sekolah Inklusi bagi Siswa
Berkembangnya kepercayaan diri terhadap yang telah dicapai dan merasa bangga atas diri sendiri.
Mampu belajar sendiri dengan mencoba untuk memahami pelajaran yang didapat dari sekolah dan menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari.

Mampu berinteraksi dengan orang-orang di lingkungan sekitarnya secara aktif.
Mampu belajar menerima, beradaptasi, dan mengatasi adanya perbedaan. Dengan begitu, anak akan menjadi kreatif dalam proses pembelajaran.

Tujuan Sekolah Inklusi bagi Orang Tua
Mengetahui cara mendidik dan membimbing anak di rumah secara lebih baik dengan teknik yang digunakan guru di sekolah.

Dapat terlibat secara pribadi, sehingga merasakan bahwa keberadaannya sangat dibutuhkan untuk membantu anak dalam proses belajarnya.

Sebagai mitra sejajar dalam memberikan kesempatan belajar yang berkualitas bagi anaknya.
Mengetahui bahwa anaknya dan seluruh peserta didik di sekolah menerima pendidikan yang bermutu sesuai dengan kemampuan masing-masing anak.

Tujuan Sekolah inklusi bagi Guru
Memiliki kesempatan untuk belajar dan mengajar dalam pendidikan yang diatur secara inklusi. Mampu melaksanakan proses belajar mengajar dengan peserta didik yang memiliki latar belakang bermacam-macam secara terampil.

Mampu mengatasi tantangan-tantangan dalam membimbing, membina, serta melayani peserta didik. Mampu bersikap positif terhadap peserta didik, orang tua, dan masyarakat di segala situasi dan kondisi.

Dengan sekolah inklusi, guru memiliki kesempatan untuk menggali dan mengembangkan gagasan dengan berkomunikasi dengan peserta didik secara proaktif, kreatif, dan kritis. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.