2 Pasien Demam Berdarah Meninggal, Terlambat Dibawa ke Fasilitas Kesehatan

oleh
Ilustrasi gambar

Jember,Borneo24.com Dinas Kesehatan Jember menyebut ada 300-an kasus demam berdarah di Kabupaten Jember.

Angka ini ditemukan sejak Januari 2020 hingga Maret ini.

“DBD ada 300an kasus yang ditemukan.” Plt Kepala Dinas Kesehatan Jember Dyah Kusworini, Rabu (18/3/2020).

Dyah menyebut, ada dua pasien DBD meninggal dunia dalam rentang waktu tiga bulan ini.

Tetapi Dyah tidak menyebutkan dari kecamatan mana pasien tersebut berasal.

Dua orang pasien DBD yang meninggal dunia itu karena terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan.
Mereka dibawa ke Faskes sudah dalam kondisi Dengue Shock Syndrome (DSS), atau dalam bahasa sudah drop.

“Mereka yang meninggal karena terlambat dibawa ke fasilitas kesehatan. Datang sudah dalam kondisi DSS.”

Sementara itu, 300-an kasus DBD itu dilaporkan tersebar di hampir semua kecamatan di Kabupaten Jember.

Sebab jika dibandingkan dalam interval waktu lima tahun terakhir, jumlah saat ini masih separo lebih rendah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

“Meski begitu, tetap saya imbau kepada masyarakat untuk waspada. Kami lakukan pemantauan terus, dan secara menyeluruh baik untuk DB, TBC, juga kurang gizi,”

“Jadi kader atau petugas sekali turun, memantau beberapa kasus. Kami imbau jika ada warga yang memiliki keluhan sakit, segera memeriksakan diri ke dokter, atau fasilitas kesehatan,”

Dia meminta warga tidak terlambat mengenali tanda-tanda DBD, serta tidak terlambat memeriksakan diri.

No More Posts Available.

No more pages to load.