Dua Sungai Di Kecamatan GBA Meluap, Dua Desa Terendah Banjir

oleh

BORNEO24.COM, BARITO SELATAN – Akibat dari meluapnya Sungai Uwa dan Sungai Ayuh mengakibatkan dua Desa di Kecamatan Gunung Bintang Awai (GBA), Kabupaten Barito Selatan (Barsel) terendah banjir. Meluapnya dua sungai dimaksud di atas akibat dari tingginya curah hujan.

“Dua desa tersebut adalah Desa Kayumban yang Meluap Sungai Uwa, sedangkan desa Tabak Kanilan yang Meluap adalah Sungai Ayuh,” ucap pelaksana Kepala BPBD Barsel Alip Suraya melalui kasi kedaruratan dan logistik Suwono di Buntok, Selasa, (11/02/2020).

Adapun hasil monitoring pihaknya dilapangan, banjir yang terjadi pada dua desa tersebut terjadi dalam tiga hari terakhir ini.

Menurut dia, debit air yang menggenangi pekarangan rumah penduduk di Desa Tabak Kanilan sudah mengalami penurunan dengan ketinggian debit air sekitar 30-40 cm.

“Sedangkan di Desa Kayumban mengalami kenaikan dengan ketinggian antara 60-65 cm,” katanya.

Akibat banjir tersebut menurut dia, menggenangi pekarangan rumah warga didua desa tersebut.

“Rata – rata yang terkena banjir yakni masyarakat yang tinggal di bantahan sungai dua desa dimaksud,” terangnya.

Namun kondisi tersebut masih belum terlalu parah. Akan tetapi lanjut dia, akibat dari banjir menyebabkan masyarakat yang mata pencaharian sebagai petani perkebunan karet dan memotong rotan menjadi terganggu.

“Lantaran tidak bisa bekerja menyadap karet dan memotong rotan. Namun akses jalan masih bisa digunakan masyarakat dalam beraktivitas sehari – hari,” imbuhnya.

Walaupun demikian menurut dia, BPBD sudah mempersiapkan logistik berupa bantuan beras yang ditempatkan di Kantor Bulog di Buntok.

“Jumlah Logistik tersebut tersedia antara 100 hingga 200 ton beras,” bebernya.

Namun, bantuan bagi masyarakat yang terkena bencana banjir di dua desa dimaksud belum disalurkan, lantaran masih dinilai lancar dalam beraktivitas sehari – hari.

Pasalnya lanjut dia, bantuan yang disalurkan harus berdasarkan SOP. Bantuan dilakukan apabila berpengaruh besar terhadap perekonomian masyarakat.

Akan tetapi, apabila debit air disuatu desa tersebut terus meninggi, maka pihaknya akan melakukan evakuasi dan menyalurkan bantuan dimaksud kepada masyarakat paling lambat 12 jam.

Walaupun demikian terang dia, pihaknya terus melakukan pemantau baik di media sosial dan mendirikan Posko sejak januari lalu di dua desa itu.

“Dan telah melakukan rapat koordinasi dengan instansi terkait yakni Dinas Sosial, Polres, dan Kodim 1012 di Buntok,” kata pungkasnya.