Fakta-Fakta Peristiwa Ledakan Kapal di Samarinda

oleh
Proses evakuasi jenazah di perairan Sungai Mahakam, Jumat (12/2) petang.

Kalimantan Timur, Borneo24.com – Tiga pekerja diduga hilang, pascaledakan di atas kapal yang dermaga PT Barokah Perkasa Grup (BPG). Dua diantaranya, Suwardi dan Gunawi, diduga kuat dua dari tiga pekerja yang hilang itu, ditemukan meninggal, Jumat (12/2) kemarin. Ada sederetan fakta-fakta pascaledakan.

Kepolisian sampai dengan hari ini, Sabtu (13/2), masih menyelidiki sebab ledakan. Diantaranya, dengan pemeriksaan saksi-saksi, dimana menurut PT BPG, ada kegiatan pekerjaan proses docking di atas kapal sebelum terjadinya ledakan.

Fakta-fakta yang dikutip dari Niaga Asia diantaranya sebagai berikut :

  1. Empat kali ledakan
    Peristiwa yang terjadi Kamis (11/2) siang jelang sore lalu, mengejutkan warga. Empat kali ledakan keras, terdengar hingga radius tiga kilometer. Seperti yang terdengar juga di kawasan Palaran.

Dipastikan, ledakan dari atas kapal yang sandar di dermaga kawasan pulau atas, yang diketahui dari area perusahaan PT Barokah Perkasa Grup. Warga sekitar pun sempat panik keluar rumah.

  1. Rizal Mencari Gunawi
    Ledakan itu membuat panik M Rizal (20). Menurut dia, ayahnya bernama Gunawi, tidak bisa dihubungi pascaledakan. Keluarganya pun sulit menanyakan pihak perusahaan, soal keberadaan Gunawi, yang bekerja sebagai tukang las. Namun saat itu, tidak diperkenankan masuk area perusahaan.

“Biasanya (Gunawi) pulang jam 5 sore. Tapi ini belum pulang,” kata M Rizal (20), ditemui wartawan di lokasi depan perusahaan PT BPG di Pulau Atas, Kamis (11/2) sore.

Mewakili perusahaan, Corporate Management  PT BPG Khairuddin membantah, dan tidak melarang masyarakat masuk ke perusahaan untuk menanyakan kondisi keluarga.

“Tidak ada yang tidak masuk. Kita hindari masyarakat umum, karena kondisinya mengamankan aset. Ada kejadian kami kehilangan aset,” kata Khairuddin, dalam penjelasan resmi kepada wartawan di Samarinda, Jumat (12/2).

  1. Korban pekerja hilang
    Usai kejadian, beredar kabar ada tiga pekerja diduga hilang. Satpolair Polresta Samarinda mengkonfirmasi soal itu. Namun demikian, Basarnas sempat kesulitan mengakses informasi dari PT BPG, untuk kronologi kejadian, dan identitas ketiga korban yang dikabarkan hilang.

Informasi itu penting, guna memulai kegiatan Basarnas, melakukan operasi SAR pencarian korban.

Dari penjelasan Khairuddin sebagai wakil perusahaan, belum bisa memastikan adanya korban hilang. Meski, menurut dia, ada 200 orang pekerja sebelum kejadian ledakan. Menurut Khairuddin, semua kru yang bekerja di atas kapal selamat.

“Belum ada laporan masuk ke perusahaan dari keluarga yang kehilangan keluarganya. Kami belum bisa membenarkan (ada pekerja hilang usai ledakan). Tapi secara umum, kru di atas kapal semua selamat,” klaim Khairuddin.

  1. Dua jenazah Gunawi dan Suwardi
    Dua jasad laki-laki ditemukan mengambang di perairan Kutai Lama Kutai Kartanegara dan Sungai Mahakam kawasan Jalan Slamet Riyadi, Jumat (12/2). Sebagian anggota tubuh tidak utuh.

Jenazah itu berhasil diidentifikasi tim INAFIS Satreskrim Polresta Samarinda, sebagai Suwardi dan Gunawi. Gunawi diantaranya, adalah pekerja las di kapal, yang sempat dicari keluarganya pascaledakan.

“Iya mas (pekerja di atas kapal sebelum terjadi ledakan). Diduga kedua jenazah tersebut adalah Suwardi dan Gunawi. Ada satu lagi yang masih dicari,” kata Kasat Reskrim Polresta Samarinda Kompol Yuliansyah, dikutip Niaga Asia, Sabtu (13/2) pagi.

  1. PT Barokah bantah muat minyak
    Menilik ke belakang, kapal PT GPE yang sandar di dermaga area PT BPG, dan kemudian terjadi ledakan di atas kapal itu, dibantah PT BPG sedang memuat minyak.

Manajemen PT BPG menyatakan kapal sedang proses docking, dan tidak bermuatan minyak. Perusahaan juga menepis adanya oil spill (tumpahan minyak) di sungai, usai ledakan.

“Kalau saya berani bilang (kapal) itu kosong, karena ada serah terima proses docking. Kalau pun ada ledakan, hukum fisika seperti di ruang hampa, panas sebabkan ledakan,” kata Corporate Management PT BPG Khairuddin, Jumat (12/2).

  1. PT Barokah Bukan milik Rudi Mas’ud
    Pascaledakan, kabar beredar PT BPG adalah milik Rudi Mas’ud, yang juga sebagai Ketua DPD I Golkar Kaltim dan anggota DPR RI. Kabar itu dibantah Khairuddin.

“Saya baca, ada hubungannya dengan Rudi Mas’ud. Di sini saya luruskan, dan klarifikasi. Perusahaan awal didirikan Rudi Mas’ud. Namun sejak 2018, beliau sudah tidak berkecimpung di perusahaan. Sudah dikeluarkan dari akte perusahaan,” sebut Khairuddin.

  1. Puslabfor Polri Turun Tangan
    Polresta Samarinda berencana mendatangkan Puslabfor Polri, untuk mengetahui sebab ledakan itu. Hasilnya, masih dari rencana, Polresta Samarinda, akan memberikan penjelasan resmi terkait penanganan kasus ledakan itu kepada wartawan, pada Senin (15/2) mendatang. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.