Gas Elpiji 3 Kg di Pulpis Menghilang Dipasaran, Meski Ada Harga Eceran Rp 37 Ribu/Tabung

oleh

Pulang Pisau – Menjelang bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah Tahun 2019 ini, Gas Elpiji 3 (tiga) kilogram (kg) atau akrab disapa Gas Melon saat ini sulit ditemukan di Wilayah Kecamatan Kahayan Hilir, Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah (Kalteng). Sejumlah masyarakat mengeluhkan menghilangnya dan langkanya gas melon menjelang bulan suci Ramadhan.

Seperti yang dikeluhkan, Rahman salah seorang pengguna Gas Melon mengaku tidak kunjung menemukan Elpiji 3 kg, meski ia telah mencari ke sejumlah tempat, namun keberadaan gas tersebut betul-betul langka.

“Capek cari sana kemari, Gas 3 Kg gak dapat-dapat pak, terpaksa beberpa hari ini menggunakan minyak tanah (Mitan), mana harga minyak tanah sekarang 1 liternya Rp 18ribu, dan ini saja mampu beli 2 liter, dari pada di rumah gak bisa ngebul,” ujar Rahman mengeluhkan.

Dikatakan Rahman, kelangkaan gas melon 3 kg disebabkan pasokan yang belum tiba ke sejumlah pengecer atau agen di wilayah pulang pisau. ” Di sejumlah tempat saya cari pak, warung-warung di pinggir jalan sudah saya tanyakan, tapi tak juga dapat gas dan itu pun kalau dapat harganya sudah selangit saat ini, meski harga gas 3kg itu tinggi, kalau itu memang ada ya terpaksa kita beli, daripada beli harga mitan yang cukup mahal juga,” beber Rahman.

Untuk sekedar diketahui, harga Gas Elpiji 3 Kg dimana harga sebelumnya hanya Rp 22Ribu, kini harga ecerannya sudah mencapai Rp 37ribu sampai Rp 38ribu di pasaran khususnya di wilayah Kecamatan Kahayan Hilir dan sekitarnya.

Rahman dan masyarakat Kahayan Hilir beraharap, pemerintah setempat dapat segera mancarikan solusi agar masyarakat bisa mudah mendapatkan elpiji 3 kg. Pertamina setempat pun, diharapkan dapat segera merespons kelangkaan tersebut.

“Pemerintah daerah kami harapkan dapat segera turun tangan, dan melakukan pemantauan di lapangan, kenapa gas melon ini semakin langka dan sulit dicari,” tutupnya. (RP/01)