Ratusan Rumah Terendam Banjir di Kabupaten Lamandau

oleh

Lamandau – Banjir di wilayah kabupaten Lamandau terus meluas. Kepala pelaksana BPBD Lamandau , Tiryan Kuderon melaporkan bahwa setidaknya 13 desa dan ratusan rumah sudah terendam. Walaupun belum ada peringatan bencana resmi dari BMKG, namun pihak BPBD Lamandau menghimbau kepada masyarakat untuk terus waspada.

“karena bersasarkan hasil pantauan air di DAS Lamandau dan sekitarnya, berstatus potensi banjir, ” terangnya.

Hasil pantauan sementara dari tim yang diterjunkan ke lapangan, Banjir terjadi di 13 Desa/Kelurahan se-Kabupaten Lamandau. Yakni Kecamatan Menthobi Raya di desa Lubuk Hiju, Kecamatan Bulik Timur di Desa Pedongatan dan Nanga Palikodan, lalu Kecamatan Belantikan Raya di Desa Bintang Mengalih, Batu Slipi dan Bayat.

Selanjutnya Kecamatan Lamandau banjir terjadi di desa Panopa, Karang Taba, Kawa, Cuhai, Tanjung Beringin, Sungai Tuat, dan Tapin Bini.

“Pengumpulan Informasi kita lakukan Via komunikasi Medsos dan laporan masyarakat. Kita juga memonitor perkembangan DAS Lamandau serta Kondisi Cuaca Cerah . Dan melakukan Patroli dan Ground check kondisi Banjir akibat Hujan dengan intensitas tinggi yang berlangsung lebih dari 2 jam (Hujan tgl. 28 April 2019 merata di wilayah Kabupaten Lamandau,” bebernya.

Tim Patroli TRC BPBD sendiri terbagi dalam 3 tim yang memantau Jalur Kecamatan Delang-Lamandau, Jalur Kecamatan Belantikan Raya dan Jalur Kecamatan Menthobi Raya-Bulik Timur .

“Hasil Giat Patroli Kondisi Banjir Jalur Kecamatan Delang belum bisa dijangkau atau dilalui dikarenakan jalan poros terendam air mulai dari perbatasan Desa Panopa & Karang Taba dengan ketinggian air di +/- 100 cm,” tuturnya.

Kemudian wilayah Kecamatan Lamandau di Desa Penopa terdampak 27 KK, 2 KK diantaranya air sdh masuk rumah dengan ketinggian +/- 12 cm & 15 cm dari lantai. Serta satu unit Pustu juga ikut terendam. Kemungkinan debit air akan bertambah karena curah hujan lebat dan kondisi air cenderung naik.

“Selanjutnya Kelurahan Tapin Bini dan desa samu jaya kita belum dapat data pasti, karena saat patroli kesana, cuaca hujan sangat deras. Untuk Desa Penopa, Suja, Tapin Bini tidak bisa dilewati karena banjir dengan panjang +/- 500 m dan kedalaman +/- 150 cm,” jelasnya.

Sedangkan di Desa Pedongatan, Terdampak sebanyak 46 KK. Sebanyak 26 KK air sudah mashk rumah dengan ketinggian +/- 30 cm & 40 cm dari lantai. Fasum/Fasos yang tetendam ada 1 unit balai Desa, 1 unit rumah adat, dan 1 unit kantor koperasi.

Untuk Desa Nanga Palikodan, terdampak 14 kk dan Desa Bintang Mengalih 50 KK. Sedangkan Desa batu selipi rumah yang terendam 8 KK, terdampak 23 rumah, dan 25 Rumah akses jalan Terputus (terkepung Banjir) kondisi air masih bertahan. Lalu di Desa Bayat tidak ada rumah yg terendam, tapi akses jalan RT. 02 terputus dengan kedalaman air kurang Lebih 60 -70 cm, Panjang 80m, kondisi air masih bertahan. (RP/01)