Fasilitas Umum Rusak Akibat Banjir, BPBD Katakan Ini di Kalbar

oleh
oleh
Ilustrasi Gambar banjir.

Kalimantan Barat, Borneo24.com – Banjir yang melanda Kabupaten Kapuas Hulu, Kalimantan Barat merendam 2.862 rumah. Sebanyak 5.830 keluarga terdampak banjir tersebut dan sebagian telah mengungsi. Data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kapuas Hulu mencatat, selain 2.862 rumah yang terendam, ada juga 529 rumah yang terdampak.

“Banjir terjadi di tujuh kecamatan, akibatnya ribuan rumah terendam bahkan sejumlah fasilitas umum mengalami kerusakan cukup serius dan akses jalan terputus,” ujar Kepala BPBD Kapuas Hulu, Gunawan dihubungi dari Pontianak, Jumat (16/7/2021). Dia menjelaskan banjir melanda belasan desa di tujuh kecamatan. sejak Rabu (14/7/2021).

Desa-desa yang terendam banjir di tujuh kecamatan itu yakni Desa Bongkong di Kecamatan Silat Hilir. Desa Nanga Yen, Desa Tepuai, Desa Sejahtera Mandiri di Kecamatan Hulu Gunung. Desa Landau Badai, Desa Landau Rantau, Desa Entibab di Kecamatan Silat Hulu.

Desa Nang Betung, Desa Landau Bunus, Desa Nanga Jemah, Desa Riam Mengelai di Kecamatan Boyan Tanjung. Desa Jajang, Kecamatan Bunut Hulu di Desa Riam Piang, Desa Semangut di Kecamatan Pengkadan. Desa Suka Maju dan Desa Tangai Jaya di Kecamatan Mentebah.

“Banyak fasilitas umum rusak, rumah warga ada yang hanyut, rusak dan tenggelam, bahkan harta benda masyarakat tidak bisa diselamatkan,” kata Gunawan.

Menurutnya, banjir yang terjadi di tujuh kecamatan itu akibat curah hujan tinggi yang mengakibatkan sejumlah sungai di Kapuas Hulu meluap dan merendam dataran rendah. Saat ini masyarakat terdampak banjir memerlukan bantuan berupa sembako, pakaian dan tempat pengungsian darurat. “Kami sudah melaporkan bencana banjir itu kepada pimpinan baik di daerah, provinsi maupun pusat,” katanya. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.