240 WBP Lapas Karang Intan Ikuti Program Rehabilitasi Sosial Morning Meeting

oleh
Kegiatan Morning Meeting Lapas Narkotika Kelas II A Karang Intan Martapura.

Kalimantan Selatan, Borneo24.com Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika Kelas IIA Karang Intan, Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Kalimantan Selatan, selenggarakan program rehabilitasi sosial penyalahgunaan narkotika, bagi 240 (dua ratus empat puluh) orang warga binaan, dengan konsep modalitas therapeutic community, yakni kegiatan yang lebih menekankan terapi perubahan perilaku adiktif menjadi adaptif dengan kebiasaan baru yang lebih baik.

Salah satu kegiatan yang rutin dilakukan, yakni kegiatan morning meeting, seperti terpantau pada Kamis (17/3/22) pagi. Morning meeting dilakukan agar para residen mengawali hari dengan kegiatan yang positif, yang dilangsungkan setelah semua residen selesai sarapan pagi.

Residen dan konselor berkumpul pada satu tempat, kemudian membentuk lingkaran. Seorang residen harus mengawali dengan kalimat pembuka “good morning family” dan dijawab “good morning” oleh residen lainnya.

Kepala Lapas Narkotika Karang Intan, Wahyu Susetyo mengungkapkan, pada kegiatan tersebut disampaikan permasalahan yang sedang dihadapi masing-masing residen, dengan harapan akan muncul kepedulian satu sama lain, sehingga ikatan di antara mereka akan semakin kuat.

“Kegiatan morning meeting ini sebenarnya, juga untuk menggali cerita dan keadaan masing-masing residen, yang saat itu mereka rasakan, misalkan kondisi bahagia, sedih, sehat atau sakit, jadi warga binaan lebih terbuka satu sama lain, karena mereka ini sudah jadi satu keluarga, family, dan diharapkan lebih percaya diri dan dapat menghargai satu sama lain, terwujud ikatan di antara mereka,” ujar Kalapas.

Morning meeting dimulai dengan pembukaan yang biasa diisi dengan pengumuman, dilanjutkan dengan membaca ikrar dan penyampaian perasaan dari tiap-tiap residen secara bergantian, dilanjutkan dengan penyampaian isu-isu aktual.

Seluruh residen family dengan posisi masih berdiri, bergandengan tangan untuk membaca serenity prayer yang dipimpin oleh salah satu residen, diikuti oleh seluruh residen lainnya, kemudian seluruh residen berangkulan untuk membaca philosophy yang dipimpin oleh salah satu residen, yang juga diikuti oleh residen lainnya.

Kegiatan ditutup dengan pembacaan doa, sebelum kegiatan bubar, residen saling bersalaman dan berpelukan satu sama lain.

Wahyu Susetyo, orang nomor satu di Lapas Narkotika Karang Intan ini juga menambahkan, jika semua pelaksanaan program pembinaan yang dijalankan Lapas Narkotika Karang Intan, bermuara dan mendukung tercapainya tujuan organisasi, yakni pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK), yang hingga saat ini terus dilangsungkan.

“Kita berkomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik, tidak hanya untuk masyarakat pengguna layanan, juga untuk warga binaan, termasuk pelaksanaan program rehabilitasi ini, karena kita sedang berproses dalam pembangunan zona integritas, menuju WBK tahun 2022, dan kita optimis bisa mewujudkan hal tersebut dengan semua pelayanan yang kita lakukan,” tutupnya.

Lapas Narkotika Karang Intan yang berlokasi di Kabupaten Banjar di bawah Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Kalimantan Selatan kini dihuni sebanyak 1.460 WBP yang semuanya terpidana kasus narkotika. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.