Berbekal Ilmu Binaan YABN, Sapto Tuai Berkah Edamame Kala Pandemi Covid-19

oleh
Istimewa Kebun Edamame YABN

Kalimantan Selatan, Borneo24 – Pandemi Covid-19 yang semakin hari kian bertambah, tak hanya mengancam kesehatan, tetapi juga sendi-sendi kehidupan lainnya, salah satunya pada sektor pertanian dan perkebunan.

Pertanian tidak boleh berhenti meski pandemi, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo tetap optimistis bahwa komoditas pertanian bisa tetap stabil.

“Ayo genjot terus produksi pertanian” salah satu topik utama yang selalu digaungkan oleh Kementerian Pertanian di saat pandemi Covid-19.

Hal ini sangat penting agar masyarakat sadar bahwa pangan tidak boleh terhenti berproduksi. Menteri Pertanian terus mengajak para petani dan masyarakat untuk membangun optimisme sektor pertanian.

“Apalagi di masa pandemi ini, kita merasakan sekali butuh pangan sehat, pangan yang cukup, gizi yang seimbang ftdan menyehatkan,” tegas Mentan.

Pandemi ini secara tidak langsung membuat antusiasme masyarakat ‘back to nature’. Dengan kata lain makin banyak yang mengonsumsi buah maupun sayur. Itulah mengapa prospek bisnis komoditas hortikultura di tengah pandemi Covid-19 ini justru menjadi peluang, karena masyarakat sekarang banyak mengonsumsi sayuran dan buah-buahan yang kaya akan vitamin dan mineral yang menguatkan daya tahan tubuh, pandemi ini juga menyadarkan masyarakat akan pentingnya pola hidup sehat dengan mengonsumsi sayuran organik.

Berbekal ilmu yang diperoleh selama dibina oleh YABN, Sapto hingga saat ini terus melakukan budidaya sayuran dengan pola pertanian organik. Salah satunya budidaya edamame yang menjadi fokus budidaya di kebun Griya Sayur Organik Kambitin.

Peluang tersebut juga yang ditangkap oleh Sapto dan beberapa petani lainnya yang tergabung dalam kelompok Griya Sayur Organik binaan Yayasan Adaro Bangun Negeri (YABN) yang berada di Desa Kambitin, Kecamatan Tanjung, Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan (Kalsel).(***)

 

No More Posts Available.

No more pages to load.