Pemprov Kalsel Fokus Sektor Pertanian di Hulu Sungai Tahun 2023

oleh
Ilustrasi.

Kalimantan Selatan, Borneo24.comPada Tahun ini, Pemprov Kalsel akan fokus meningkatkan produksi pertanian untuk wilayah hulu sungai.

Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura (TPH) Provinsi Kalsel, Syamsir Rahman mengungkapkan, kenapa fokus ke wilayah hulu sungai, karena hulu sungai tidak terlalu jauh lokasinya dengan ibu kota negara (IKN) Nusantara di Penajam, Paser Utara, Kalimantan Timur.

“Selama ini kita banyak fokus ke Kabupaten Barito Kuala, Banjar dan Tanah Laut. Ya, sudahlah itu masa lalu. Mulai tahun ini kita akan banyak bantu dan fokus ke wilayah hulu sungai karena akan menjadi penyangga pangan IKN,” ujarnya Jumat (13/1/2023).

Dia sampaikan, selain tanaman padi, bantuan juga ditingkatkan untuk tanaman holtikultura, termasuk bantuan untuk sarana dan prasarana pertanian diantaranya jalan tani yang rusak akan diperbaiki.

“Dengan jalan tani yang baik, harga padi dan palawija bisa tinggi. Tahun 2022 Dana Alokasi Khusus (DAK) untuk HSS Rp5,3 milyar, tahun ini akan kita tambah lagi Rp3 milyar,” ungkap Plt Kadis Ketahanan Pangan Provinsi Kalsel itu.

Syamsir membeberkan, di Pulau Kalimantan, hanya Kalsel yang surplus produksi padinya. Sedangkan 4 provinsi lainnya minus. “Kalsel menjadi provinsi urutan ke 11 dari 12 provinsi yang surplus. Kita patut berbangga dan bersyukur. Dari itu kita terus kobarkan semangat menanam, panen, menanam, panen dan seterusnya sampai kiamat, seperti yang sering disampaikan gubernur Paman Birin,” terangnya.

Produksi padi Kalsel yang surplus, lanjut Syamsir, juga di kirim ke Kaltim dan Kalteng. “Jika IKN sudah jadi, maka di sana akan ada penduduk baru 2,4 juta orang. Kebutuhan pangan mereka akan di pasok dari petani kita. Saya sudah sampaikan ke pak Menteri Pertanian, kami tidak akan menjual hasil pangan ke IKN dengan harga murah. Soal harga kami yang akan menentukan. Ini semata-mata untuk meningkatkan perekonomian petani agar makin sejahtera,” jelasnya.

Syamsir juga mewanti-wanti daerah yang selama ini terbuai dengan manisnya hasil tambang, namun seakan melupakan sektor pertanian. Dia menyebut, daerah itu akan menyesal apabila tidak dari saat ini memikirkan membangun sektor pertaniannya.

“Kalau tambang enaknya hari ini saja. Apabila tidak menggalakkan sektor pertanian, maka akan menyesal dan hanya menjadi kenangan,” tutupnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.