Tim SAR Gabungan Masih Upayakan Pencarian Nelayan di Sungai Kapuas

oleh
Istimewa

Kalimantan Barat, Borneo24.com – Tim SAR Gabungan yang terdiri dari Tim Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Tim SAR Dit Samapta Polda Kalbar, Brimob Polda Kalbar, Ditpol Airud Polda Kalbar, Relawan Siap, dan Pemadam Kebakaran Swadesi Borneo serta warga, masih terus berupaya melakukan pencarian nelayan yang hilang di Sungai Kapuas atas nama Djakarsi (63), warga Kelurahan Bangka Belitung Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat, Kamis (02/07/2020).

Ketua Tim SAR dari Kantor Pencarian dan Pertolongan Pontianak, Bambang Indardi mengatakan, sejak Rabu (01/07/2020) malam, pihaknya telah melakukan penyisiran di sepanjang alur Sungai Kapuas dengan radius hingga 5 Mil.

Tak ada kendala yang berarti pada saat proses pencarian, hanya saja kondisi Kota Pontianak yang diguyur hujan deras pada Rabu malam, membuat jarak pandang tim SAR terbatas saat melakukan penyisiran. Dikarenakan tak ada yang mengetahui pasti posisi jatuhnya korban, Bambang mengatakan untuk proses pencarian dengan cara penyelaman masih belum dapat dilakukan, sehingga untuk saat ini teknik penyisiran yang masih di utamakan.

“Untuk proses pencarian akan di lakukan hingga 7 hari kedepan, namun bila dalam 7 jadi korban belum di temukan, maka akan di lakukan pemantauan sembari menunggu informasi untuk proses lebih lanjut,” tutupnya.

Sementara Kapolresta Pontianak Kota, Kombes Pol Komarudin melalui Kasat Reskrim AKP Rully Robinson Polii mengatakan, saat ini pencarian korban masih terus dilakukan oleh tim SAR gabungan.  Ia mengatakan, menurut keterangan satu diantara saksi bernama Ardihan Yusup yang melihat sebelum hilangnya korban, saksi melihat bahwa korban menggunakan sampan untuk mengangkat jaring atau pukat di sungai kapuas tepatnya di belakang Kantor Samsat Jalan Adisucipto Kelurahan Bangka Belitung Laut.

“Kemudian sekitar pukul 17:30 WIB, saat saksi pergi mandi ke sungai kapuas, saksi melihat sampan yang dinaiki oleh korban hanyut dan tidak melihat korban berada diatas sampan yang digunakan kemudian sampan tersebut dipinggirkan ke barau,” ujar Rully, Kamis (02/07/2020).

Selanjutnya, kata Rully, saksi memberitahukan kepada keluarga korban bahwa korban tidak berada disampan dan serta melaporkan kejadian tersebut kepada Bhabinkamtibmas. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.