Nekat Jadi Kurir Narkoba, Pekerja di PHK Beralih Pekerjaan

oleh
Ilustrasi gambar

Kalimantan Timur, Borneo24.com – Imbas banyaknya perusahaan mengalami penurunan performa, akibat pandemi Covid-19 banyak pula yang kena pemutusan hubungan kerja (PHK). Hal tersebut memicu pengangguran hingga ada yang memilih menjadi kurir narkoba.

Hal ini diketahui dari pengungkapan yang dilakukan petugas selama dua pekan. Mayoritas pelaku pengangguran ada yang putus kerja karena memang tak memiliki pendapatan. “Faktor ekonomi jadi pemicu. Namun, ini tidak bisa dijadikan alasan hingga melakukan kejahatan. Di antaranya penyalahgunaan narkoba,” terang Direktur Reserse Narkoba Polda Kaltim, Kombes Pol Budi Santoso.

Tersangka ada yang memang tergiur menjadi kurir karena terimpit masalah ekonomi. Ada juga yang ingin mengonsumsi, tapi tidak punya duit karena pekerjaan sepi. “Ada yang karyawan kontrak, dirumahkan kemudian ganti haluan jualan narkoba. Jadi kurir,” kata mantan direktur Reskrimsus Polda Papua Barat ini.

Terpisah, Kabid Humas Polda Kaltim Kombes Pol Ade Yaya Suryana mengatakan, pengendalian diri bisa mencegah perbuatan kejahatan. Ketika dia salah memilih langkah, akhirnya terjerumus. Meski pengungkapan kasus terus dilakukan penyalahgunaan narkoba di Kota Minyak seperti fenomena gunung es.

Artinya, para pelaku dan sindikat ditangkap tapi banyak pula tak tertangkap. “Peran tokoh masyarakat dan keluarga bisa membendungnya” urainya. Dari pengungkapan kasus, mayoritas tersangka adalah pemain baru. Bahkan, tak sedikit pula residivis.

Kurir misalnya, meski dia tahu barang yang hendak diambil ataupun diantarkan itu berisi narkoba mereka nekat menyanggupi karena ingin mendapatkan duit.  Banyak pula kurir yang juga pemakai. “Cepat membuat orang tergiur, karena butuh duit, bisa raih untung juga mengakibatkan ketagihan,” urainya. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.