Tingkat Persaingan Pekerjaan di Balikpapan Tidak Lagi Berbicara Gender

oleh
Ilustrasi

Kalimantan Timur, Borneo24 – Kepala Seksi Statistik Sosial BPS Balikpapan, Umar Riyadi. Menjelaskan, daerah Kota Balikpapan termasuk intermediate population. Secara bentuk piramida, juga terlihat stationery atau stabil. Cukup seimbang antara kelompok umur di bawahnya, sama di atasnya relatif lebih seimbang. Senin (6/7/2020).

Badan Pusat Statistik kota Balikpapan ( BPS Balikpapan ) menyebut populasi di Kota Balikpapan Provinsi Kalimantan Timur tengah bergeser dari penduduk muda ke arah penduduk tua atau intermediate population.

“Tahun 2019, ada sebanyak 490.931 jiwa merupakan usia kerja. Berdasarkan Organisasi Buruh International atau ILO, penduduk usia kerja adalah 15 tahun ke atas. Tidak dibatasi usia di atasnya, hanya dibatasi di level bawahnya yakni 15 tahun,” Kata Umar.

Usia kerja menurut kelompok umur, pada tahun lalu didominasi oleh usia 30 sampai 34 tahun dengan persentase sebesar 11,92 persen. Untuk tingkat pendidikannya, mayoritas adalah SMA sederajat sebesar 46 persen.

Tingkat pendidikan mayoritas, hampir setengahnya dari penduduk bekerja, adalah SMA sederajat. Sementara untuk diploma atau sarjana, kalau di-combine sekitar 15 persen. SMP itu seperlima dari penduduk usia kerja, SD di level 16,49 persen.

Sementara tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) Kota Balikpapan, total antara laki-laki dan perempuan adalah sebesar 66,13 persen. Angka ini berada di bawah rata-rata Kalimantan Timur, yang mana persentasenya sebesar 66,44 persen.

“Tingkat partisipasi kerja ini merupakan nilai ketika membandingkan antara mereka yang bekerja dengan total angkatan kerja. Angkatan kerja sendiri merupakan gabungan populasi dari mereka yang bekerja dan mereka yang mencari kerja,” katanya.

Tahun 2019 lalu, dua pertiga dari jumlah angkatan kerja telah bekerja dan sisanya berstatus mencari pekerjaan. Berdasarkan jenis kelamin, tingkat partisipasi laki-laki lebih besar, yakni 82,30 persen.

Sementara perempuan tidak sampai setengah dari angkatan kerja itu bekerja. Tercatat ada 48,86 persen. Kemudian tingkat pengangguran terbuka di Kota Balikpapan, laki-laki 8,92 persen dan  4,36 persen. Totalnya ada 7,29 persen.

Tingkat pengangguran terbuka mengalami penurunan dibandingkan tahun sebelumnya, yakni tahun 2018. Pengangguran sempat mengalami peningkatan lantaran sejumlah faktor, salah satunya penurunan harga minyak internasional.

“Fenomena ini cukup menarik, sehingga indeks pertumbuhan gender lumayan dibandingkan daerah lain,” katanya.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.