Jelang Lebaran, Kenaikan Harga Daging Ayam di Kaltara Masih Normal

oleh
Ilustrasi gambar

Kalimantan Utara,Borneo24.com – Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri (PDN) pada Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (Disperindagkop) Kalimantan Utara, Hasriyani, menilai jika kenaikan harga daging ayam ras di Pasar Induk Tanjung Selor, masih dalam kategori normal. Terutama saat memasuki momen Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).

Berdasarkan pantauan langsung di lapangan bersama stakeholder terkait, Hasriyani mengatakan, saat ini harga daging ayam ras dibanderol antara Rp45 ribu sampai Rp47 ribu per kilogram.

Terkait kenaikan harga yang cukup signifikan dibanding beberapa pekan lalu saat daging ayam di kisaran Rp20 ribu sampai Rp25 ribu per kilogram, dinilai Hasriyani tidak terlepas dari momen Hari Raya Idulfitri. Yakni dimana terjadi kenaikan permintaan dari masyarakat secara signifikan.

Pedagang sudah diimbau untuk tidak memanfaatkan momen ini dengan menaikkan harga secara berlebihan. Apabila didapati ada yang melakukannya, dipastikan akan ditindak sesuai dengan ketentuan yang berlaku. “Harapannya bisa bertahan di angka itu. Karena kita sudah minta jangan sampai naik lagi,” tekan Hasriyani.

Sementara itu, diketahui jika saat ini harga daging sapi segar di Pasar Induk Tanjung Selor dibanderol Rp160 ribu per kilogram. Atau mengalami kenaikan antara Rp15 ribu sampai Rp20 ribu pada kondisi normal. Untuk daging sapi juga bervariasi per pedagang. Tapi rata-rata jualnya Rp160 ribu per kilogram.

Berbeda dengan daging ayam ras, Hasriyani mengaku jika pihaknya belum bisa mengintervensi maksimal fluktuasi harga daging sapi segar. Mengingat saat ini belum ditetapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) yang harus dipatuhi seluruh pedagang.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.