Disdikbud Singkawang Gandeng BPNB Kalbar Gelar Acara Multi Etnik

oleh
Ilustrasi Gambar

Singkawang, Borneo24.com – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang bersama Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kalbar gelar acara Multi Etnik Kota Singkawang.

Pergelaran acara ini dilaksanakan selama dua hari yaitu Jumat dan Sabtu 6-7 November 2020 di Singkawang Grand Mall, Kota Singkawang, Kalbar.

Terdapat 17 etnis yang juga tergabung dalam sebuah wadah organisasi yaitu Majelis Seni Budaya (MSB) Kota Singkawang.

Masing-masing perwakilan etnis ini secara bergantian menampilkan tarian khas dengan diiringi musik serta lagu yang khas pula dari masing-masing etnis.

Terlihat para penari dengan mengenakan pakaian adat khas dari etnisnya menari-nari di atas panggung diiringi lantunan musik khas.

Sedangkan para penonton, terlihat santai menikmati keunikan dari tarian, pakaian serta musik khas tiap etnis yang tampil itu.

Tidak hanya itu, tidak jauh dari kursi penonton, terdapat pula pameran sejarah dan budaya yang dipajang oleh Balai Pelestarian Nilai Budaya Kalbar.

Para penonton bukan hanya dimanjakan dengan aneka ragam tarian unik yang khas, namun juga dengan beragai benda-benda bersejarah dari masing-masing etnis yang ada di Indonesia, termasuk buku-buku, sastra dan lainnya yang ada di kantor BPNB Kalbar.

Tepat disamping stand pameran, terdapat stand yang menyuguhkan para penonton dengan aneka kuliner makanan unik khas dari masing-masing paguyuban atau etnis.

Para penonton yang hadir pun dapat menikmati makanan khas tersebut secara gratis.

Kepala Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB), Dra. Hendraswati, menerangkan acara pergelaran multi etnik ini memang rutin digelar setiap tahun.

Namun sempat terkendala lantara pandemi Covid-19 yang tidak hanya mengharuskan pergelaran acar ditunda, namun anggaran dari Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang yang terpangkas untuk penanganan Covid-19.

Sehingga, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Singkawang bersama Balai Pelestarian Nilai Budaya (BPNB) Kalbar sepakat berkerja sama untuk menggelar acara.

Tujuan dari pergelaran ini, kata Dra. Hendraswati, merupakan apresiasi kepada Kota Singkawang yang meraih predikat Kota Tertoleran yang ada di Indonesia.

“Kita akan terus memelihara kerukunan dan ke-bhinekaan di Kota Singjawang agar kedepannya terus terjaga,” terang Dra. Hendraswati kepada awak media.

Tidak sampai disitu, pergelaran ini juga bermanfaat dalam memberikan ruang untuk setiap sanggar-sanggat kesenian di Kota Singkawang menampilkan kreasinya sehingga meskipun dikala pandemi orang-orang seni yang terdampak memilik ruang untuk berkreasi.

Melalui pergelaran multi etnik ini juga, dia harapkan dapat meningkatkan kembali kecintaan para anak-anak muda tentang kebudayaannya, yang mana saat ini sudah didominasi dengan perkembangan teknologi dan budaya luar. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.