DPRD dan DPMPD Landak Bekerjasama Lakukan Penataan Pemekaran Desa

oleh
ilustrasi gambar

Kalimantan Barat, Borneo24.com – Komisi A DPRD Landak dan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kabupaten Landak gelar rapat terkait penataan Desa dan pemekaran Desa di Kabupaten Landak program kerja DPRD Landak Program Legislasi Daerah (Prolegda) Tahun 2021.

Rapat dipimpin oleh Ketua Komisi A Cahya Tanus diikuti Anggota Komisi A, Staf Ahli DPRD Landak, Asisten 1, Staff Ahli Bupati, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Kabupaten Landak beserta staf pada Selasa (22/9/2020).

Dalam arahannya Cahya Tanus mengatakan bahwa untuk pemekaran Desa, maka terlebih dahulu dilakukan pemekaran Dusun. Apalagi ada Desa yang memiliki jumlah Dusun lebih dan dinyatakan layak dimekarkan.

“Terkait dengan pemekaran Desa, harus dimulai dengan pemekaran Dusun, karena ada beberapa Desa yang Dusunnya melebihi,” ujar Cahya Tanus.

Lanjut dia, hal ini perlu disesuaikan sebagaimana dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri (Permendagri) No 1 Tahun 2017 tentang penataan Desa bahwa ada syarat-syarat yang harus dipenuhi terlebih dahulu.

“Demikian juga dengan pemekaran Kecamatan, maka tetap sesuai dalam Peraturan Pemerintah No 17 Tahun 2018,” katanya.

Legislator Partai Nasdem ini juga mengatakan, tujuan dan teknis melakukan penataan dan pemekaran Desa untuk menjadi Kecamatan yakni untuk memperpendek rentang kendali pelayanan kepada masyarakat. “Serta untuk kesejahteraan masyarakat,” jelasnya.

Staf Ahli Bupati Bidang Hukum dan Politik Nikolaus menyampaikan hal senada terkait Penataan Desa dan Pemekaran Desa di Kabupaten Landak, sesuai dengan Peraturan Menteri Dalam Negeri nomor 1 Tahun 2017 tentang Desa.

“Hasil rapat memutuskan bahwa pihak Eksekutif diminta untuk melakukan pendataan dalam rangka pemekaran Dusun, Desa dan Kecamatan yang di Kabupaten Landak,” jelas Nikolaus.

Pihaknya juga akan mengambil beberapa contoh data Desa yang nantinya dikaji laik atau tidaknya dimekarkan. “Kemudian nanti juga kita akan membentuk tim secara khusus untuk menangani hal ini,” tambahnya Nikolaus.

Sementara itu Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa Mardimo menyampaikan terkait tahapan yang akan dilakukan pihaknya dalam menangani pemekaran Dusun, Desa dan Kecamatan.

“Perlu beberapa tahapan yang akan di lakukan terkait pemekaran Dusun, Desa dan Kecamatan. Karena untuk pemekaran Kecamatan juga akan berkaitan satu sama lainnya,” beber Mardimo.

Mengenai mekanisme-mekanisme yang akan disepakati, akan dijadikan rencana kerja bersama. Karena secara teknis yang menangani adalah Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang membidangi, tetapi secara lintas sektoral ini merupakan kerja tim.

Mardimo juga berharap dengan adanya tim yang dibentuk secara khusus tersebut, dapat bekerja dengan maksimal.

“Mudah-mudahan setelah kita pelajari dan amati nantinya, dalam waktu dekat sudah dapat kita peroleh hasilnya yang nantinya akan kita sampaikan kepada pimpinan dewan dan Bupati,” tutup Mardimo. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.