Pemprov Kalbar Luncurkan Vaksinasi PMK Tahap Pertama Pada Hewan Ternak di Kalbar

oleh
Pemprov Kalbar Luncurkan Vaksinasi PMK Tahap Pertama Pada Hewan Ternak di Kalbar.

Kalimantan Barat, Borneo24.com Pemerintah Provinsi Kalbar bersama pemerintah kabupaten meluncurkan vaksinasi Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) tahap pertama pada hewan ternak yang ditandai dengan penyerahan vaksin dari pemerintah pusat dan penyuntikan pada sapi.

Untuk peluncuran dilakukan di Desa Raya Jaya, Kabupaten Kubu Raya,” ujar Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Kalbar, Muhammad Munsif, Sabtu.

Ia menjelaskan bahwa total vaksinasi PMK Kalbar untuk tahap pertama mendapat jatah 3.900 dosis yang akan diberikan kepada hewan ternak yang sehat dan masih tahap reproduksi. Vaksinasi di Kalbar tersebut didominasi Kabupaten Kubu Raya yang mencapai 1.200 dosis.

“Secara nasional terdapat 18 provinsi yang disasar untuk vaksinasi PMK. Total vaksin PMK sebanyak¬†800 ribu dosis dan Provinsi Kalbar mendapat kuota 3.900 dosis. Jumlah dosis vaksin disesuaikan dengan kondisi kejadian PMK wilayah tersebut,” kata dia.

Ia menambahkan bahwa vaksinasi PMK tersebut memang prinsipnya hanya efektif untuk hewan yang ternak yang sehat yang diharapkan dalam waktu 4-5 hari sudah mulai ada antibodi yang diproduksi oleh tubuh hewan tersebut. Sedangkan kalau pada ternak yang sakit tentu tidak perlu vaksinasj dan hanya penanganan.

“Perlu perhatian bahwa untuk pemberian vaksin pada hewan ternak itu jaraknya dari kasus PMK yang ada minimal 10 km. Oleh karena itu Kota Pontianak tidak mendapat jatah vaksin PMK karena tidak masuk kriteria,” katanya.

Ia menjelaskan bahwa dalam hal pemberian vaksinasi PMK, data dan keterlibatan semua pihak sangat penting. Untuk data penerima vaksin PMK dibantu oleh Satgas PMK, Pemerintah Daerah, Babinkamtibmas dan lainnya.

Vaksinasi PMK agak mirip dengan vaksinasi COVID-19. Penanganan secara kolaborasi dengan para pihak.

“Semoga dengan vaksinasi PMK ini penularan bisa ditekan. Penanganan hewan ternak yang kena PMK saat ini juga menjadi perhatian karena penyakit ini mudah sembuh. Kemudian tingkat kematian kecil. Namun, penularannya sangat tinggi. Untuk itu harus menjadi perhatian bersama dalam penanganannya,” ucap dia. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.