Bangun Energi Bersih, Pemprov Kaltim Kerjasama Dengan Uni Eropa

oleh
Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur Bekerjasama Dengan Organisasi Antar-Pemerintahan Yang Beranggotakan Negara-negara Uni Eropa.

Kalimantan Timur, Borneo24.comPemerintah Provinsi Kalimantan Timur bekerjasama dengan organisasi antar-pemerintahan dan supra nasional yang beranggotakan negara-negara Uni Eropa, dalam pembangunan transisi energi bersih dan berkeadilan.

Dalam pertemuan dengan perwakilan uni Eropa yang diwakili Menteri Energi Uni Eropa HE Kadri Simson membahas sejumlah potensi Sumber Daya Alam (SDA) yang ada di Kalimantan Timur, untuk bisa di kembangkan menjadi energi.

Sekdaprov Kaltim Riza Indra Riadi mengatakan Kita memiliki sumber daya alam yang memang bisa dimanfaatkan untuk pembangkit energi listrik, selain batu bara dan migas.

Riza Indra Riadi menilai pertemuan dengan Menteri Uni Eropa HE Kadri Simson, sangat penting dalam rangka pemanfaatan energi terbarukan, karena Indonesia dan Kaltim khususnya masih menggunakan sumber energi berasal dari fosil.

Dia menegaskan bahwa pertemuan itu masih dalam tahap penjajakan dan belum ada kesepakatan antara kedua belah pihak.

“Walaupun demikian, kita sangat welcome kepada siapa saja yang ingin berinvestasi di Kaltim dalam berbagai sektor, dan ini masih inventarisasi, apa saja yang dibantu, dan ada tindak lanjutnya nanti,” kata Riza.

Menteri Energi Uni Eropa, HE Kadri Simson mengatakan, Uni Eropa telah berkomitmen untuk mencapai netralitas iklim pada tahun 2050 dan secara signifikan meningkatkan bauran energi terbarukan dan efisiensi energi pada tahun 2030.

“Untuk memastikan bahwa transisi energi di tingkat global, kita perlu bekerjasama dengan mitra di seluruh dunia, dan Indonesia adalah negara kunci dalam hal ini,” ujar Kadri Simson.

Untuk mempercepat transisi energi, lanjutnya, Uni Eropa telah mengembangkan berbagai kebijakan untuk mendukung peluncuran proyek energi terbarukan yang lebih cepat sambil memensiunkan bahan bakar fosil secara bertahap.

Paket kebijakan ‘Fit for 55, khususnya, dilengkapi dengan serangkaian tindakan spesifik di masing-masing sektor untuk memastikan kemajuan dalam transisi energi di semua sektor ekonomi, termasuk industri, serta transportasi. Implementasi paket tersebut akan mengurangi emisi gas rumah kaca Uni Eropa sebesar 55 persen pada tahun 2030.

Menteri Kadri Simson menekankan kesiapan Uni Eropa untuk bekerja sama dengan mitra internasional, seperti Indonesia, dalam transisi hijau dan adil, karena Uni Eropa memiliki banyak pengalaman dalam menghijaukan sistem energi kami dan mengurangi penggunaan bahan bakar. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.