Harga Minyak Goreng di Kutai Barat Masih Tinggi, Kepala Perdagangan Kubar Beber Alasannya

oleh
Harga Minyak Goreng di Kutai Barat Masih Melambung Tinggi

Kalimantan Timur, Borneo24.com Harga jual minyak goreng di wilayah Kabupaten Kutai Barat hingga saat ini masih tergolong cukup tinggi. Dari hasil pantauan pada Jumat (28/1) harga minyak goreng di pasar tradisional maupun warung-warung penjualan sembako masih berada pada kisaran harga Rp 22 ribu per liternya.

Padahal sebelumnya pemerintah telah mengeluarkan surat edaran Kementerian Perdagangan Republik Indonesia terkait harga minyak goreng untuk seluruh wilayah Indonesia saat ini yang ditetapkan menjadi satu harga, yaitu Rp 14 ribu per liternya.

Dalam SE Kementerian Perdagangan RI itu dijelaskan untuk tahap pertama diterapkan di ritel modern, dan sepekan kemudian bisa diterapkan di pasar-pasar.

Menurut Kepala Bidang Perdagangan UKM Disdagkop Kubar, Ambrosius Ndopo warung-warung yang masih menjual harga minyak goreng diatas Rp 14 ribu perliter hanya berlaku sementara waktu saja untuk menghabiskan stok lama.

“Memang sampai saat ini, harga minyak goreng di Kubar masih tetap sama seperti kemarin-kemarin, yaitu kisaran harga Rp 22 ribu per liternya,” katanya, Jumat (28/1).

Sedangkan untuk ritel-ritel modern yang ada di Kubar kata Amrosius sudah menerapkannya dan hanya ritel modern milik Indomaret. Sedangkan untuk yang lainnya seperti mini market dan sejenisnya, memang sampai saat ini masih menggunakan harga yang lama.

“Ritel modern seperti mini market ini menghabiskan stok yang lama dahulu. Sebab sudah terlanjur mendapatkan pasokan dari produsen utama mereka. Nah, nanti kalau sudah habis, baru menggunakan yang sudah di subsidi oleh pemerintah,” jelasnya.

Sementara itu untuk di pasar tradisional dan warung-warung kecil, Disdagkop Kubar juga masih menunggu instruksi lebih lanjut dari Kementerian Perdagangan melalui Disperindagkop Provinsi. Sebab, saat ini di kota-kota besar juga kebanyakan masih menggunakan harga lama.

“Sama seperti di Kota Samarinda, yang baru satu harga ini cuma di ritel modern. Lagipula kalau di Kubar ini kan dapat barangnya lewat sana juga. Jadi kita masih terus lakukan koordinasi agar minyak goreng satu harga ini bisa terlaksana sepenuhnya,” ungkapnya.

Ambrosius pun mengimbau kepada seluruh masyarakat di Bumi Tanaa Purai Ngeriman untuk bisa bersabar dan tidak panik sehingga melakukan monopoli pembelian.

Sehingga melakukan pembelian dalam jumlah besar di ritel modern khususnya di Indomaret yang sudah menerapkan minyak goreng satu harga ini.

“Belilah secukupnya saja, karena ini subsidi dari pemerintah untuk banyak orang. Untuk itu, kita minta pengelola ritel modern khususnya sekarang Indomaret agar membatasi pembelian sementara waktu ini. Maksimal pembelian hanya 2 liter saja tiap pembeli,” ujarnya. (***)

No More Posts Available.

No more pages to load.