Program SDGs Desa Kaltim Berhasil Tuntaskan 2.082 Kegiatan

oleh
Kabid Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan DPMPD Provinsi Kaltim Sri Wartini.

Kalimantan Timur, Borneo24.com Program Sustainable Development Goals (SDGs) atau pembangunan berkelanjutan skala desa di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) sepanjang 2022, berhasil menuntaskan sebanyak 2.082 kegiatan baik fisik maupun nonfisik yang tersebar pada tujuh kabupaten.

“SDGs desa merupakan upaya terpadu untuk pembangunan ekonomi, sosial, lingkungan, hukum, dan tata kelola masyarakat desa,” ujar Kabid Pembangunan Desa dan Kawasan Perdesaan Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Provinsi Kaltim Sri Wartini di Samarinda.

Adapun 2.082 kegiatan SDGs tersebut antara lain untuk memberantas atau menurunkan kemiskinan dengan nama program Desa Tanpa Kemiskinan sebanyak 134 kegiatan, menggunakan anggaran Dana Desa senilai Rp6,07 miliar dari desa-desa di tujuh kabupaten.

Kegiatan SDGs dengan anggaran Rp6,07 miliar ini melibatkan 977 anggota rumah tangga miskin (ARTM) dengan total 4.115 warga yang terlibat, terdiri atas 2.403 laki-laki dan 1.712 perempuan.

Untuk program Desa Tanpa Kelaparan sebanyak 295 kegiatan dengan anggaran yang terserap senilai Rp20,78 miliar, berasal dari Dana Desa Rp20,73 miliar dan dari swadaya masyarakat senilai Rp56,64 juta.

Kegiatan ini melibatkan 8.328 ARTM dengan total warga yang terlibat sebanyak 52.685 orang, terdiri atas 29.011 laki-laki dan 23.674 perempuan.

Pada program Desa Sehat dan Sejahtera sebanyak 142 kegiatan yang terealisasi dengan Dana Desa yang terserap Rp6,94 miliar, melibatkan sebanyak 4.398 ARTM, dengan jumlah pemanfaat 8.591 laki-laki dan 8.124 perempuan.

Untuk program Pendidikan Desa Berkualitas sebanyak 83 kegiatan dengan anggaran yang terserap senilai Rp3,47 miliar, terdiri atas Dana Desa Rp3,46 miliar dan dari swadaya masyarakat senilai Rp1,32 juta.

Pada kegiatan itu 790 ARTM yang terlibat yang di dalamnya terdapat pemanfaat dan tenaga kerja terlibat sebanyak 3.944 laki-laki dan 3.790 perempuan.

Pada program Desa Layak Air Bersih dan Sanitasi, lanjutnya, terdapat 152 kegiatan dengan anggaran yang terserap senilai Rp8,73 miliar, sementara ARTM yang terlibat 2.387 dengan 7.706 laki-laki dan 7.054 perempuan.

“Kemudian untuk program Pertumbuhan Ekonomi Desa Merata terdapat 167 kegiatan dengan anggaran Rp9,35 miliar, terdiri atas Dana Desa Rp93,549 miliar dan swadaya Rp300 ribu yang melibatkan 4.082 ARTM,” katanya.

No More Posts Available.

No more pages to load.