Arab Saudi Buka Peluang Ekspor Bandeng dari Kaltara

oleh
Ilustrasi.

Kalimantan Utara, Borneo24.com Saat ini Arab Saudi membuka peluang ekspor ikan bandeng dari Kalimantan Utara. Kepala Subkoordinator Pengawasan Pengendalian pada Balai Karantina Ikan dan Pengendalian Mutu (BKIPM) Tarakan, M. Roy Pahlevi mengungkapkan Permintaan dari Arab Saudi memang terbuka luas.

“Sudah dimulai menerima ekspor ikan bandeng dari Kaltara. Alasan mereka meminta ikan bandeng dalam jumlah besar, salah satunya untuk memenuhi kebutuhan makan jamaah haji dan umrah yang berasal dari Indonesia,” ungkap Pahlevi, Kamis (15/12/2022).

Untuk meningkatkan ekspor produk perikanan, salah satunya bandeng harus berbanding lurus dengan peningkatan kapasitas produksi.

Sehingga, program kampung budidaya juga harus bisa dipastikan hasilnya maksimal.

“Bagaimana kita mau meningkatkan ekspor kalau hasil budidaya juga tidak naik. Jadi intinya di situ dulu. Setelah naik produksinya, baru kita buka potensi ekspor pasarnya. Sehingga harus berjalan berbarengan. Jadi intinya itu sinergitas,” ucapnya.

Selain ke Arab Saudi, permintaan ekspro ikan juga datang dari Cina. Tetapi negara Tirai Bambu ini memiliki peraturan yang ketat.

Dimana produk maupun kemasan harus di-swab untuk mengetahui apakah ada paparan Covid-19 atau tidak. Setelah dinyatakan aman, baru ada izin dari pihak terkait untuk melakukan pengiriman.

“Untuk kegiatan pemeriksaan swab paparan Covid-19, kita lakukan dengan subkon ke Surabaya. Di sana sekitar seminggu lebih, baru ada hasilnya. Setelah hasil ujinya keluar dan dinyatakan bebas paparan virus, baru diterbitkan izin ekspor ke Cina,” urainya.

Untuk menjaga mutu, BKIPM melakukan inspeksi dan pengawasan di lapangan. Sehingga semua produk ekspor perikanan belum ada penolakan dari negara tujuan. Hanya saja saat ini Cina memberlakukan aturan baru, yaitu harus bebas paparan Covid-19.

“Sekarang yang ke Cina harus bebas Covid-19, harus ada hasil swab-nya. Ikan pun harus di-swab, sebelum dikirim ke Cina. Sedangkan untuk Jepang, merupakan negara dengan tujuan ekspor udang windu terbesar saat ini, termasuk yang berasal dari Kaltara,” pungkasnya.

No More Posts Available.

No more pages to load.