Protokol Kesehatan, Pengurus Rumah Ibadah Dinilai Semakin Proaktif

oleh
oleh
Ilustrasi gambar

Kalimantan Utara,Borneo24.com – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kalimantan Utara, Andi Santiaji Pananrangi, menilai bahwa pengurus rumah ibadah semakin proaktif dalam menerapkan protokol kesehatan.

Pengurus rumah ibadah, baik masjid, musala, gereja, wihara dan pura ini semakin proaktif dalam mematuhi protokol kesehatan. Sehingga ibadah kolektif yang dilaksanakan bisa terlindungi dari penyebaran covid-19.

Rumah ibadah bisa menjadi tempat yang aman untuk melaksanakan berbagai kegiatan keagamaan. Rumah ibadah yang menggelar ibadah kolektif terdata oleh pemerintah. Mengingat kegiatan keagamaan di rumah ibadah di masa pandemi telah diatur petunjuk teknisnya.

Berdasarkan Surat Edaran yang dikeluarkan Menteri Agama, Fachrul Razi, rumah ibadah yang dibenarkan untuk menyelenggarakan kegiatan berjamaah/kolektif harus berdasarkan fakta lapangan serta angka R-Naught/RO dan angka Effective Reproduction Number/RT.

Selain itu, rumah ibadah juga berada di Kawasan yang aman dari Covid-19. Hal ini ditunjukkan dengan Surat Keterangan Rumah Ibadah Aman Covid dari Ketua Gugus Tugas Provinsi/Kabupaten/Kota/Kecamatan sesuai tingkatan rumah ibadah.

Teknisnya di daerah, terlebih dahulu akan dilakukan koordinasi antara Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) setempat bersama majelis-majelis agama dan instansi terkait lainnya.

Untuk mendapatkan surat keterangan bahwa kawasan/lingkungan rumah ibadahnya aman dari Covid-19, pengurus rumah ibadah dapat mengajukan permohonan surat keterangan secara berjenjang kepada Ketua Gugus Kecamatan/ Kabupaten/Kota/Provinsi sesuai tingkatan rumah ibadahnya.(***)

No More Posts Available.

No more pages to load.